VIRAL Kekerasan Seksual Di Soetta Saat Jalani Rapid Test!

  • Whatsapp
VIRAL Kekerasan Seksual Di Soetta Saat Jalani Rapid Test!
VIRAL Kekerasan Seksual Di Soetta Saat Jalani Rapid Test!

Garisatu.com – Situasi pandemi seperti ini mengharuskan kita untuk mematuhi protokol kesehatan mulai dari memakai masker, mencuci tangan, hingga menjalani rapid test.

068829300 1591949448 set of medical products for taking and checking blood from 4226922

Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

Bacaan Lainnya

Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun perlu Anda ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu. Hal inilah yang bisa menyebabkan keakuratan dari rapid test cukup rendah.

1*63bZkzx mhVyLVCheKissA

Rapid test kini digunakan sebagai syarat seseorang melakukan kegiatan, seperti harus menjalani rapid test sebelum melakukan penerbangan. Apabila hasil yang didapati dari rapid test itu negatif, maka pertanda orang itu bebas dari virus.

Apabila positif, maka orang itu harus menjalani swab test untuk mengetahui apakah orang tersebut virus yang terdeteksi ersebut murni virus corona atau bukan.

Rapid Test dan Kekerasan Seksual Di Soetta

ilustrasi pelecehan

13 September lalu, seorang wanita yang berumur 23 tahun berinisial LHI menceritakan pengalamannya yang mengalami kekerasan seksual saat menjalani rapid test di bandara Soekarno Hatta di akun twitter miliknya @listongs. LHI menceritakan bahwa peristiwa tersebut terjadi dia hendak terbang dari terminal 3 bandara Soetta dengan tujuan ke Nias, Sumatera Utara.

10555BD4 8A12 445E 8995 C765C2818ED7

“Saya penerbangannya kan jam 6 (pagi), enggak sempat rapid juga di RS (rumah sakit). Jadi saya di bandara jam 4 pagi, sekalian mau rapid test di bandara,” ujar dia saat dihubungi melalui telepon.

LHI kemudian menjalani rapid test di bandara Soetta dengan rapid test yang dimiliki Kimia Farma.

Setelah melakukan proses rapid test, petugas menyatakan bahwa hasil test tersebut reaktif. Mendengar hasil test tersebut, LHI berfikir dia tidak akan melanjutkan penerbangan menuju Nias karena takut menularkan virus tersebut.

Namun petugas pria itu menyarankan agar LHI lakukan tes ulang dan dia menjamin akan memberikan hasil nonreaktif pada tes kedua itu. Korban bingung karena merasa ada sesuatu yang tidak beres tetapi kemudian mengikuti usulan itu.

Setelah menjalani rapid test yang kedua kali dan mendapatkan hasil non-reaktif, LHI hendak menuju ke tempat keberangkatan namun petugas tersebut datang menghampirinya dan juga meminta sejumlah uang untuk hasil test nonreaktif yang diterima LHI.

342701556

“Orangnya manggil kemudian ngobrol minta duit gitu,” kata dia.
Karena tidak mau ribet di pagi hari itu, LHI kemudian mentranfer uang sebesar Rp 1,4 juta melalui ponselnya ke rekening priadi terduga pelaku.

Tidak sampai disana, pelaku melakukan pelecehan seksual dengan mencium dan meraba bagian dada LHI. Hal ini membuat LHI nangis karena syok dan juga trauma.

airport 4120835 640

Karena pada saat itu masih pukul 04:00 pagi dan juga keadaan bandara masih sepi, dan dalam kondisi syok, LHI tidak bisa berbuat apa apa, setelah sampai di Nias, LHI melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian di Nias, namun pihak polisi menyarankan agar LHI melapor ke polisi dimana kejadian berlangsung.

Namun, Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho mengatakan belum menerima laporan resmi tentang kasus itu hingga Jumat malam ini.

“Belum ada yang melaporkan secara resmi ke pihak Polres Bandara Soekarno-Hatta,” ujar dia.

Alex meminta pemilik akun Twitter yang menulis thread pelecehan seksual dan pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta membuat laporan secara resmi. Tetapi penyelidikan akan tetap dilaksanakan.

“Penyelidikan akan tetap dilakukan oleh penyelidik Satuan Reskrim Polresta Bandara Soetta,” kata Alexander saat dikonfirmasi, Jumat(18/9).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *