Upah Minimum 2021 DKI Jakarta Tetap Naik

  • Whatsapp
Upah Minimum 2021 DKI Jakarta Tetap Naik
Upah Minimum 2021 DKI Jakarta Tetap Naik

Garisatu.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memutuskan tidak ada kenaikan upah minimum pada tahun depan 2021, baik untuk upah minimum provinsi (UMP) maupun upah minimum kabupaten/kota (UMK).

Karena memantau kondisi ekonomi Indonesia saat pandemi yang masih dalam masa pemulihan, maka menurut pemerintah, kenaikan upah di tahun 2021 justru akan memberatkan dunia usaha. 

Bacaan Lainnya

Upah Minimum 2021 DKI Jakarta Tetap Naik

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Upah Minimum 2021 DKI Jakarta Tetap Naik

Upah Minimum 2021 DKI Jakarta Tetap Naik

“Dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan bekerja bagi pekerja/buruh serta menjaga kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi covid-19,” kata Ida dalam surat edarannya.

Terkait upah minimum untuk tahun 2021, Ida juga meminta kepada para gubernur untuk melaksanakan penetapan upah minimum setelah tahun 2021 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Dalam surat edarannya, para kepala daerah wajib mengumumkan upah minimum provinsi tahun 2021 pada 31 Oktober 2020.

Upah Minimum 2021 DKI Jakarta Tetap Naik

Bagi daerah DKI Jakarta, Gubernur Anies Baswedan telah mengeluarkan keputusan terkait upah minimum provinsi (UMP) ibu kota tahun 2021. Anies memutuskan, naik atau tidaknya UMP bergantung sesuai dengan sektor usaha yang dijalankan. Apabila bagi sektor usaha yang tidak terdampak oleh pandemi Covid-19, maka besaran upah minimum berhak dinaikkan. Begitu pula sebaliknya. 

Upah Minimum 2021 DKI Jakarta Tetap Naik

“Bagi kegiatan usaha yang terdampak Covid-19, maka kami menetapkan UMP 2021 tidak mengalami kenaikan atau sama dengan UMP 2020. Sedangkan, kegiatan yang tidak terdampak Covid-19 dapat mengalami kenaikan UMP 2021 yang besarannya mengikuti rumus pada PP No. 78 Tahun 2015,” kata Anies melalui keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2020).

Bagi perusahaan yang tidak terdampak Covid-19, maka UMP naik sebesar 3,27 persen. Kenaikan tersebut berasal dari angka pertumbuhan ekonomi ditambah inflasi.

“Maka Pemprov DKI Jakarta menetapkan besaran UMP DKI Jakarta Tahun 2021 sebesar Rp4.416.186,548,” katanya.

Upah Minimum 2021 DKI Jakarta Tetap Naik

Anies tidak menetapkan sektor-sektor mana saja yang terdampak Covid-19. Sebagai gantinya, perusahaan bisa mengajukan besaran UMP 2021 sama dengan tahun ini kepada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta.

Anies menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk memberikan perlindungan bagi pekerja, dan juga sekaligus menjaga kelangsungan usaha. Anies yakin tetap ada perusahaan perusahaan yang usahanya tidak terdampak oleh pandemi Covid-19, bahkan ada yang menigkat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *