Tidak Ada Lagi Ujian Nasional Mulai 2021

  • Whatsapp
Tidak Ada Lagi Ujian Nasional Mulai 2021
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kedua kanan) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Kementerian dan Lembaga tahun 2020 kepada Mendikbud Dikti Nadiem Makarim (kiri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pd.

Garisatu.comUjian Nasional (UN) memang menjadi momen tegang bagi para siswa. Banyak kekhawatiran yang dirasakan seperti takut tidak cukup tebal saat melingkari jawaban, atau takut tidak bisa mengerjakan soal dengan baik, atau takut kertas lecek, sobek, yang berujung pada ketidaklulusan siswa. Kini kita tidak perlu lagi mengkhawatirkan hal hal tersebut. 

Tidak Ada Lagi Ujian Nasional Mulai 2021

Karena, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nadiem Makarim secara resmi  telah menghapus Ujian Nasional, yang berarti, UN bukan lagi merupakan penentu standar kelulusan siswa dan diganti menjadi Asesmen Nasional mulai 2021. 

Bacaan Lainnya

Tidak Ada Lagi Ujian Nasional

Hal tersebut sebagai penanda perubahan paradigma mengenai evaluasi pendidikan di Indonesia. Dan juga sebagai bagian dari kebijakan Merdeka Belajar yang didukung penuh oleh Presiden RI Joko Widodo. 

Tidak Ada Lagi Ujian Nasional Mulai 2021

Seperti yang dikatakan oleh Mendikbud saat Webinar Koordinasi Asesmen Nasional di Jakarta, Rabu 7 Oktober 2020, “Potret layanan dan kinerja setiap sekolah dari hasil Asesmen Nasional ini kemudian menjadi cermin untuk kita bersama-sama melakukan refleksi mempercepat perbaikan mutu pendidikan Indonesia,”

Tujuan Nadiem mengubah Ujian Nasional menjadi Asesmen Nasional ialah ingin memfokuskan  kepada peningkatan kualitas pembelajaran, pengajaran, juga layanan dan lingkungan pendidikan. 

Tidak Ada Lagi Ujian Nasional Mulai 2021

Asesmen Ujian Nasional yang dimaksud adalah seperti yang dikatakan tadi, ujian ini tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, melainkan mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan yang mencakup proses, input, juga hasil.

Anggota Badan Standar Nasional Pendididikan (BSNP) Doni Koesoema mengatakan, Asesmen Nasional ini menjadi salah satu alternatif transformasi pendidikan di tingkat sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, pengajaran, dan lingkungan belajar di satuan pendidikan. Doni menjelaskan, “Melalui asesmen yang lebih berfokus, diharapkan perbaikan kualitas, layanan pendidikan bisa semakin efektif.

Tidak Ada Lagi Ujian Nasional Mulai 2021

Dengan demikian, kepala dinas harus memastikan pelaksanaan Asesmen Ujian Nasional di daerah dengan memperhatikan kesiapan sarana prasarana dan keselamatan peserta didik bila pandemi Covid-19 di daerahnya belum teratasi dengan baik,” dilansir laman Kemendikbud, Rabu (7/10/2020),

Sementara itu, Asesmen Ujian Nasional sendiri akan terdiri atas tiga bagian, yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Tidak Ada Lagi Ujian Nasional Mulai 2021

AKM sendiri dirancang untuk mengukur capaian peserta didik atau siswa dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi. Apa yang dimaksud literasi dan numerisasi? 

Literasi adalah kemampuan bernalar menggunakan bahasa. “Literasi itu bukan hanya kemampuan membaca, literasi adalah kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan memahami konsep di balik tulisan tersebut,” seperti yang diucap oleh Nadiem. 

Tidak Ada Lagi Ujian Nasional Mulai 2021

Sedangkan numerasi ialah kemampuan menganalisis dengan menggunakan angka-angka.

Kedua aspek kompetensi minimum ini menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat, terlepas dari bidang kerja dan karier yang ingin mereka tekuni di masa depan.

Tidak Ada Lagi Ujian Nasional Mulai 2021

“Fokus pada kemampuan literasi dan numerasi tidak kemudian mengecilkan arti penting mata pelajaran. Karena justru membantu murid mempelajari bidang ilmu lain terutama untuk berpikir dan mencerna informasi dalam bentuk tertulis dan dalam bantuk angka atau secara kuantitatif,” baik kemampuan literasi maupun numerasi, keduanya merupakan kemampuan yang akan berdampak pada semua mata pelajaran yang diajarkan oleh guru dan dipelajari oleh murid. Jelas Nadiem. 

Aspek kedua merupakan survei karakter yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila. Atau bisa dikatakan sebagai upaya untuk mengetahui kondisi ekosistem karakter para murid di sekolah terkait apakah azas Pancasila benar-benar dirasakan para murid dalam interaksi di sekolah.

Tidak Ada Lagi Ujian Nasional Mulai 2021

“Dengan enam indikator utama, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia; dua, berkebinekaan global; ketiga, mandiri; keempat, bergotong royong; kelima, bernalar kritis; dan keenam, kreatif,” tutur Mendikbud.

Dan aspek terakhir, aspek yang ketiga merupakan survei lingkungan belajar untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.

Tidak Ada Lagi Ujian Nasional Mulai 2021

Juga dijelaskan bahwa Asesmen Ujian Nasional pada 2021 dilakukan sebagai pemetaan dasar dari kualitas pendidikan yang nyata di lapangan, sehingga hasil asesmen nasional nantinya tidak ada konsekuensi bagi sekolah maupun murid, hanya pemetaan agar tahu kondisi sebenarnya. 

Kemendikbud juga menyatakan akan membantu sekolah dan dinas pendidikan dengan cara menyediakan laporan hasil asesmen yang menjelaskan profil kekuatan dan area perbaikan tiap sekolah dan daerah.

Tidak Ada Lagi Ujian Nasional Mulai 2021

Khawatir akan kecemasan yang mungkin terjadi di kalangan siswa maupun guru dan orang tua, Nadiem menjelaskan bahwa Asesmen Nasional ini tidak perlu dicemasi, karena tidak memerlukan persiapan khusus seperti bimbel yang malah berpotensi membuat siswa menjadi stres atau menjadi beban psikologis tersendiri bagi siswa. 

“Sangat penting dipahami terutama oleh guru, kepala sekolah, murid, dan orang tua bahwa Asesmen Nasional untuk tahun 2021 tidak memerlukan persiapan-persiapan khusus maupun tambahan yang justru akan menjadi beban psikologis tersendiri. Tidak usah cemas, tidak perlu bimbel khusus demi Asesmen Nasional,” kata Mendikbud.

Tidak Ada Lagi Ujian Nasional Mulai 2021

Untuk itu, lanjut Nadiem, mari kita bersama-sama mendukung pelaksanaan Asesmen Nasional mulai tahun 2021 sebagai bagian dari reformasi pendidikan Indonesia.

Asesmen Nasional tahun depan akan diselenggarakan di setiap daerah di seluruh Indonesia.

Tidak Ada Lagi Ujian Nasional Mulai 2021

Sedikit penjelasan tentang beberapa perbedaan antara UN dengan Asesmen Nasional, pertama ialah peserta yang mengikuti tes, jika selama ini di Indonesia yang mengikuti UN adalah anak-anak yang duduk di tingkat akhir setiap jenjang sekolah, yaitu kelas 6, kelas 9 (3 SMP) dan kelas 12 (3 SMA) maka dalam Asesmen Nasional, peserta justru merupakan siswa yang berada satu tahun sebelum tahun kelulusan mereka, yakni peserta didik terpilih adalah dari kelas 5, 8, dan 11 dari semua sekolah atau satuan pendidikan.

Tidak Ada Lagi Ujian Nasional Mulai 2021

Kedua, jenis soal yang di berikan dalam tes antara UN dan Asesmen Nasional juga berbeda, soal yang terdapat dalam UN masih banyak mengacu pada kompetensi berpikir tingkat rendah (Lower-order thinking skills, disingkat LOTS) & kurang berorientasi pada pengembangan penalaran. Sedangkan dalam asesmen nasional, nantinya akan lebih banyak mengukur kompetensi bernalar (Higher-order thinking skills, yang disingkat HOTS). Ibaratnya dibandingkan dengan pertanyaan fakta atau definisi, soal HOTS akan lebih mengasah logika, pola pikir kritis, serta kreativitas siswa. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *