Tukang Bakso Kepala Tim Pencuri Di Gedung Polres, Total 6 Tersangka Ditahan!

  • Whatsapp
Tukang Bakso Kepala Tim Pencuri Di Gedung Polres, Total 6 Tersangka Ditahan
Gambar ilustrasi gerobak bakso

Garisatu.com – Sempat terjadi aksi pencurian di gedung baru Polres Bandara Soekarno-Hatta yang terjadi pada 29 Juni lalu. Enam tersangka ditahan atas kasus ini.

Aksi ini ternyata direncanakan oleh seorang yang sehari-sehari mencari nafkah sebagai tukang bakso.

Bacaan Lainnya

Enam tersangka yang ditangkap itu yakni N, RJ, M, R, S alias Meyeng, dan Y. Saat ini dua buronan lainnya masih menjadi buronan.

“Kita masih memburu dua orang DPO lain yakni berinisial G dan A,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta Kompol A. Alexander Yurikho dalam keterangannya, Rabu (22/7).

Komplotan pencuri tersebut berhasil mengambil pulang 12 keran air dan dua shower senilai Rp20 juta.

Awalnya pihak Yurikho menerima laporan hilangnya sejumlah keran dan shower dari supervisor kontraktor yang menangani proyek tersebut.

Pihak polisi segera melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV di lokasi kejadian ketika menerima laporan tersebut.

Yurikho mengatakan enam tersangka di tiga lokasi berbeda didapatkan dari hasil penyelidikan tersebut.

Tukang Bakso Menjadi Otak Perencana

Diketahui para tersangka memiliki peran sendiri. Tersangka N, yang juga seorang tukang bakso, merupakan inisiator dari rencana pencurian.

Selain itu ia juga menjadi eksekutor dan menyewa kendaraan yang digunakan untuk aksi pencurian.

“Tersangka N ini bekerja sebagai tukang bakso. Dia merupakan inisiator dari pencurian yang dilakukan oleh para tersangka,” kata Yurikho.

Sedangkan tersangka RJ juga merupakan eksekutor sekaligus pemantau area TKP. Kemudian tersangka M berperan membuat pelat nomor palsu dan memantau keadaan TKP.

Tersangka R berperan sebagai sopir sekaligus pemantau keadaan lokasi. Selanjutnya tersangka S juga berperan memantau keadaan di sekitar lokasi, dan yang terakhit tersangka Y berperan sebagai penadah.

Menurut Yurikho, para tersangka menjual barang hasil curian tersebut dan mendapatkan uang sekitar Rp7,6 juta. Lalu uang dibagikan ke setiap tersangka sebesar Rp1 juta untuk dijadikan modal pulang kampung.

Yurikho menambahkan, para tersangka mengaku tidak tahu bahwa lokasi pencurian itu merupakan proyek pembangunan kantor polisi.

“Para tersangka sudah diamankan dan baru sadar bahwa TKP pencurian adalah kantor polisi,” kata.

Atas perbuatannya, keenam tersangka tersebut dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana tujuh tahun penjara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *