Toxic Positivity: Bahaya Bagi Kesehatan Mental

  • Whatsapp
Toxic Positivity: Bahaya Bagi Kesehatan Mental
Toxic Positivity: Bahaya Bagi Kesehatan Mental

Garisatu.com – Apa itu toxic positivity? Toxic merupakan kata yang menggambarkan sifat seseorang yang menjadi “racun” bagi lingkungannya. Sifat toxic ini bisa menggambarkan seseorang yang suka menyusahkan dan merugikan orang lain, baik secara fisik maupun mental.

Toxic Positivity: Bahaya Bagi Kesehatan Mental

Toxic people biasanya banyak dijumpai di media sosial. Penyebab seseorang menjadi toxic bisa bermacam macam, bisa karena orang tersebut kurang mendapatkan cinta atau merasa tidak cukup dihargai, kemudian secara tidak sadar mereka iri dan kesal saat mereka melihat orang lain disekitarnya yang mendapatkan begitu banyak cinta.

Bacaan Lainnya

Toxic people bisa melakukan berbagai cara termasuk cara esktrem untuk mencapai keinginannya. 

Toxic Positivity: Bahaya Bagi Kesehatan Mental

Lalu, selain toxic people, ada juga sebutan toxic positivity. Apa itu toxic positivity? Dua kata ini cukup menarik untuk dibahas. Sebab dari kata toxic dan positivity yang memiliki arti yang cukup bertolak belakang.

Toxic positivity digambarkan saat kondisi dimana seseorang yang mengalami masalah yang dirasa sulit untuk dilalui, lalu kamu bercerita dengan orang yang kamu percaya. Tentunya orang disekitar kamu akan memberikan kata kata penyemangat dengan tujuan menyemangatimu.

Toxic Positivity: Bahaya Bagi Kesehatan Mental

Namun, kata kata ‘penyemangat’ ini malah dapat membawa dampak negatif tanpa disadari. Hal ini lah yang disebut toxic positivity. 

Pada dasarnya orang tersebut bertujuan baik dengan memberikan masukan atau kata kata penyemangat disaat kamu sedang menghadapi suatu masalah, namun, kondisinya berubah menjadi toxic positivity disaat kamu memiliki mindset bahwa semua masalah akan terlewati dengan pikiran yang positif atau dengan berfikir positif di setiap masalah. 

Jadi, kamu selalu berusaha menolak emosi negatif yang ada didalam diri kamu, dan juga secara tidak langsung memaksakan diri untuk melihat sisi “positif” dari setiap masalah. Hal ini dapat menyebabkan emosi kamu mengendap dan menumpuk, sehingga kamu bisa saja mengalami gangguan disaat kamu sudah tidak mampu membendung emosi emosi itu. 

Toxic Positivity: Bahaya Bagi Kesehatan Mental

Toxic Positivity: Bahaya Bagi Kesehatan Mental

Kamu juga bisa menjadi salah satu sumber toxic positivity disaat kamu terus memaksakan orang lain untuk terus berfikir positif ketika suatu masalah terjadi. Padahal, bisa saja orang tersebut hanya ingin meluapkan emosinya, bukan untuk mendapatkan nasehat yang positif.

Toxic Positivity: Bahaya Bagi Kesehatan Mental

Dengan begitu, maka orang tersebut tidak dapat mengekspresikan emosi yang dipendam olehnya. Hal ini bisa berdampak buruk jika dibiarkan semakin lama. 

Contoh beberapa kata yang mengandung toxic positivity adalah:

“Jangan menyerah, kamu pasti bisa.”

“Coba untuk melihat sisi positifnya, …”

“Kamu harus bersyukur, coba lihat penderitaan orang lain.”

“Kamu harus banyak bersyukur akan hal tersebut, …” dan sebagainya.

Selalu berusaha berfikir positif bisa memicu stress dan gangguan psikis maupun fisik. Seseorang yang merasa sulit dalam menghadapi masalah, namun ujaran ujaran positif yang datang dari orang orang sekitarnya bisa membuat dirinya tertekan.

Pasalnya, terkadang kita butuh untuk memahami perasaan kita, bukan menyangkalnya dengan ‘berfikir positif’. Karena disaat kamu menyangkal atau menghindari emosi yang tidak menyenangkan, secara tidak langsung anda justru akan membuat emosi itu semakin besar. 

Toxic Positivity: Bahaya Bagi Kesehatan Mental

Kita harus mengetahui akar dari masalah yang kita hadapi dan kemudian mencari jalan keluar dari setiap masalah dengan baik. 

Berfikir positif atau memiliki mindset yang positif memang dibutuhkan, tetapi, itu tidak menjadi alasan untuk ‘mengabaikan’ perasaan kita yang sesungguhnya. 

Daripada menjadi sumber toxic positivity bagi orang sekitar, ada beberapa hal yang bisa kamu perhatikan seperti: 

1. Menjadi pendengar yang baik 

Toxic Positivity: Bahaya Bagi Kesehatan Mental

Disaat temanmu sedang berbagi keluh kesah dan emosinya padamu, cobalah untuk mendengar dan memahami posisi dirinya pada saat itu, dengan begitu kamu bisa membayangkan kurang lebih apa yang dia rasakan dan kalian akan saling memahami, dibandingkan kamu hanya memberi semangat dan menghakimi seolah kamu yang paling tau tentang semua rasa sedih. 

2. Beri waktu untuk meluapkan emosi 

Toxic Positivity: Bahaya Bagi Kesehatan Mental

Memberi waktu untuk meluapkan emosi bisa termasuk cara yang efektif untuk menghindari toxic positivity. Disaat kita meluapkan emosi emosi yang kita rasakan, tubuh dan pikiran akan menjadi lebih tenang.

Toxic positivity hanya akan membuat orang berpikir bahwa kesedihan adalah hal yang tidak wajar sehingga mereka akan menutup perasaan tersebut dan memendamnya.

Negative thinking memang berdampak buruk jika dilakukan berlebihan, sama halnya dengan positive thinking yang berlebihan. Maka dari itu, kita harus membagi porsi yang sama rata dalam menghadapi keduanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *