Tiga Anak Hilang Dengan Misterius Di Langkat

  • Whatsapp
Tiga Anak Hilang Dengan Misterius Di Langkat
Tiga Anak Hilang Dengan Misterius Di Langkat

Garisatu.com – Tiga orang anak dinyatakan hilang sejak Minggu, 18 Oktober lalu, ketiganya adalah AZ berumur 7 tahun, YTH berumur 8 tahun, dan NAR berumur 7 tahun. Ketiga anak tersebut hilang tanpa jejak di Dusun Pulka, Desa Namanjahe, Salapian, Langkat.

Tiga Anak Hilang Dengan Misterius Di Langkat

Beberapa spekulasi pun kemudian muncul terkait hilangnya para anak tersebut. Ada yang mengatakan bahwa para anak tersebut merupakan korban penculikan, ada juga yang mengatakan bahwa mereka disembunyikan oleh makhluk gaib penunggu kolam ‘Pulka’.

Bacaan Lainnya

Tiga Anak Hilang Dengan Misterius Di Langkat

Tiga Anak Hilang Dengan Misterius Di Langkat

Salah satu orang tua dari korban anak hilang tersebut menyebutkan, sudah melakukan berbagai usaha supaya anak mereka dapat ditemukan kembali, termasuk dengan menggunakan cara spiritual yakni menggunakan jasa paranormal. Paranormal menyebut anaknya beserta dua temannya dibawa pergi oleh makhluk gaib.

Tiga Anak Hilang Dengan Misterius Di Langkat

Pencarian sudah dilakukan oleh pihak polisi sejak sepekan lalu, pencarian dilakukan dengan melibatkan personel gabungan hingga menggunakan bantuan anjing pelacak. Setiap harinya, Polres Langkat mengerahkan 40 personel di Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, untuk mencari para korban anak tersebut. 

Berbagai upaya juga sudah dilakukan oleh pihak keluarga, warga maupun aparat Polisi, dan TNI, untuk mencari keberadaan korban anak tersebut. Mulai dari pagi, siang, hingga malam hari. Radius pencarian juga sudah dikembangkan. Sayangnya, tim pencarian yang terdiri dari warga, Polri, TNI juga belum menemukannya.

Tiga Anak Hilang Dengan Misterius Di Langkat

“Belum ada kendala dalam pencarian ketiga anak yang hilang, namun polisi belum menemukan bukti keterangan yang akurat bilangnya ketiga anak tersebut,” kata Kapolres Langkat Akbp Edi Suranta Sinulingga, Senin (26/10).

Edi menyebutkan, hanya ada satu saksi dari warga yang akurat, yakni yang melihat para korban sedang bermain di lokasi pembuatan parit perkebunan PT. LNK.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *