Ternyata Roy Kiyoshi Beli Obat Psikotropika Lewat Online!

  • Whatsapp
Ternyata Roy Kiyoshi Beli Obat Psikotropika Lewat Online

Garisatu.com – Roy Kiyoshi diduga menyalahgunakan obat narkoba dan kini resmi sedang ditahan Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan di kediamannya di Cengkareng, Jakarta Barat, sekitar pukul 16.00 WIB.

Diketahui bahwa Roy Kiyoshi mendapatkan obat psikotropika via online.

“Iya dia beli secara online (daring),” ungkap Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung ketika dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Bacaan Lainnya

Rincian belanja online obat golongan psikotropika oleh Roy belum diberi tahu Vivick.

Tes urine Roy menunjukkan hasil positif mengandung Benzodiasepine. Tidak hanya itu, ketika kediamannya digeledah, terdapat 21 butir obat-obat jenis psikotropika tersebut.

Dua alat bukti permulaan tersebut cukup kuat untuk menetapkan status Roy Kiyoshi sebagai tersangka dan melakukan penahanan.

“Sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan, penahanan mulai Jumat kemarin pukul 16.30 WIB penandatanganan surat penahanan,” ungkap Vivick.

Meski begitu, pengacara Henry Indraguna mengatakan obat-obat semacam dumolid nitrazepan ada dijual lewat e-commerce.

“Belum bisa memastikan lewat mana, tapi coba saja dicari di google, zepam dan dumolid itu juga ada,” tutur Henry.

Henry membenarkan kenyataan Roy Kiyoshi membeli obat-obat tersebutlewat online tanpa resep dokter.

Lanjutnya, Roy tidak tahu bahwa obat tidur yang dikonsumsinya selama ini mengandung obat-obat psikotropika golongan empat.

“Roy tidak berani keluar dari rumah karena ada pandemi COVID-19 ini. Jadi Roy sedikit paranoid berlebihan jadi beli obat pakai online,” terang Henry.

Sejauh ini, Roy berkonsultasi serta membeli obat tidur dari dokter pribadi di wilayah Jakarta Selatan untuk mengobati gangguan tidurnya.

Tambah Henry, gangguan tidur yang dialami Roy disebabkan oleh kemampuan khusus anak indigo yang dimilikinya. Apalagi karena tidak bisa keluar rumah akibat wabah COVID-19, gangguan tidurnya meningkat.

“Jadi Roy itu beli obat ini karena dia sakit, kan ada orang niatnya beli obat tidur untuk happy-happy supaya bisa tenang. Ini bukan, karena Roy sakit dibuktikan dengan ada beberapa resep dokter sebelumnya,” jelas Henry.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *