Terlalu Banyak Rebahan? Bisa Meningkatkan Resiko Mati Muda!

  • Whatsapp
Terlalu Banyak Rebahan? Bisa Meningkatkan Resiko Mati Muda!
Terlalu Banyak Rebahan? Bisa Meningkatkan Resiko Mati Muda!

Garisatu.com – Kaum rebahan sudah menyebar luas populasinya di muka bumi. Apalagi semenjak pandemi Covid-19 dan semuanya diharuskan untuk mengurangi aktifitas dan lebih banyak dirumah. Setelah keputusan belajar hingga bekerja dari rumah, semakin banyak alasan dan rasa malas akan semakin besar.

Beraktifitas dari rumah pun membuat kita semakin efisien dalam bekerja maupun belajar, tinggal bangun dan bahkan tidak perlu beranjak dari tempat tidur ataupun mandi, kamu bisa mulai bekerja atau belajar dari rumah. Secara tidak langsung kamu pun akan lebih sering berbaring atau rebahan.

Bacaan Lainnya
Terlalu Banyak Rebahan? Bisa Meningkatkan Resiko Mati Muda!

Apalagi jika smartphone dan gadget akan selalu menempel di tangan untuk keperluan komunikasi seperti meeting ataupun belajar. Jika merasa lelah atau badan sudah terasa pegal, tentu kita akan otomatis berbaring.

Padahal terlalu sering rebahan akan membuat tubuh kita mengalami fase sedentary lifestyle, yakni tidak aktif dalam melakukan kegiatan fisik. Terutama jika kamu tidak berolahraga sama sekali.

Terlalu Banyak Rebahan? Bisa Meningkatkan Resiko Mati Muda!

Gaya hidup seperti itu sebenarnya tidak baik untuk kesehatan. Ada beberapa dampak buruk jika kamu terlalu sering rebahan dan jarang bergerak. Simak penjelasannya berikut ini!

            1.         Selalu ingin makan yang tidak sehat

Terlalu Banyak Rebahan? Bisa Meningkatkan Resiko Mati Muda!

Tubuh orang yang rajin berolahraga akan mengalami transfer effect, yaitu semacam keinginan untuk cenderung memperbaiki dirinya pada aspek lainnya. Salah satunya seperti keinginan agar selalu menjaga pola makan.

Sebaliknya, orang yang tidak aktif bergerak akan mengalami fase sedentary lifestyle.  Menurut studi yang diterbitkan MPDI pada tahun 2018, orang yang malas gerak biasanya juga memiliki pola makan yang tidak sehat. 

Kebiasaan rebahan dan menjadi couch potato tentu akan terasa lebih lengkap dengan makanan-makanan ringan, bukan? Contohnya seperti cokelat, keripik, junk food, dan lain-lain. Ini akan memberikan dampak buruk yang dobel untuk tubuhmu. 

            2.         Sulit tidur

Terlalu Banyak Rebahan? Bisa Meningkatkan Resiko Mati Muda!

Aktif bergerak, terutama berolahraga, bisa membuat tidur menjadi lebih berkualitas. Menurut penjelasan National Sleep Foundation Amerika Serikat, kondisi seperti itu dipengaruhi oleh suhu tubuh yang meningkat beberapa derajat serta tubuh yang mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Sebaliknya, jarang bergerak akan membuat kamu lebih sulit untuk tidur. Seperti yang dilansir dari Healthline, gaya hidup seperti ini bisa memicu insomnia, lho. Padahal tidur adalah saat yang penting bagi sel-sel meregenerasi dan meningkatkan kinerja sistem imun.

            3.         Meningkatkan resiko obesitas

Tentunya terlalu sering rebahan membuat rasa malas bertambah berkali lipat sehingga membuatmu tidak ingin beranjak dari kasur. Setelah makan, kemudian berbaring, kemudian bermain gadget dan terus terusan seperti itu bisa berdampak buruk pada berat badanmu. Jika tidak segera berubah, kamu akan mengalami kesulitan bahkan tidak bisa mencegah kenaikan berat badan.

Sebuah studi pada tahun 2017 dari International Journal of Obsesity mengungkapkan bahwa semakin lama waktu yang dihabiskan untuk bermalas-malasan, semakin besar pula ukuran lingkar pinggang seseorang. Ini tandanya orag malas gerak punya risiko obesitas yang lebih tinggi.

            4.         Otot menyusut

Percayakah kamu bahwa otot yang jarang digunakan akan cepat menyusut. Jika kita jarang bergerak, tentunya otot tubuh tidak terlatih sehingga menimbulkan penurunan fungsi.

Studi BioMed Central pada tahun 2015 mengungkapkan bahwa jika dalam seminggu kita benar-benar tidak bergerak, massa otot bisa berkurang hingga 40 persen. Tentu, akibatnya adalah tubuh jadi lebih lemah dan mudah lelah daripada biasanya.

Terlalu Banyak Rebahan? Bisa Meningkatkan Resiko Mati Muda!

            5.         Metabolisme tubuh melambat

Terlalu Banyak Rebahan? Bisa Meningkatkan Resiko Mati Muda!

Metabolisme tubuh ialah proses di mana gizi dari makanan diserap dan diubah menjadi energi didalam tubuh. Ini merupakan proses dasar yang sangat penting bagi tubuh kita.  Salah satu untuk memperlancar metabolisme ialah dengan aktif bergerak dan berolahraga. Sebaliknya, jika kita terlalu banyak rebahan, maka ini bisa berdampak pada metabolisme kita yakni membuat metabolisme melambat daripada biasanya.

Otot yang menyusut, lemak tubuh semakin banyak akan menghambat proses tersebut. Akibatnya, tubuh terasa lemas walaupun tidak melakukan apa-apa.

            6.         Melemahkan jantung

Jantungmu membutuhkan aktivitas fisik supaya bisa optimal memompa darah ke seluruh tubuh. Jika kamu tidak aktif bergerak, kondisi jantung pun bisa ikut melemah, seperti halnya otot.

Menurut studi yang dipublikasikan oleh Circulation Research pada tahun 2019, sedentary lifestyle ialah salah satu faktor risiko terbesar dari penyakit jantung dan kematian. 

            7.         Tulang melemah

Olahraga dengan intensitas yang tinggi memang bisa meningkatkan risiko cedera pada tulang dan sendi. Namun jangan salah, tidak berolahraga juga bisa membahayakan tulangmu.

Gaya hidup seperti itu akan mempercepat pengeroposan tulang, terutama pada wanita yang memang lebih rentan. Sebaliknya, berolahraga dua hingga tiga kali seminggu bisa menjaga massa tulang dan fleksibilitasnya seperti yang dilansir dari laman American College of Sports Medicine.

            8.         Buruk untuk kesehatan mental

Terlalu Banyak Rebahan? Bisa Meningkatkan Resiko Mati Muda!

Terlalu banyak rebahan tidak hanya berdampak pada fisikmu saja. Tetapi kebiasaan buruk itu juga bisa memicu risiko pada kesehatan mental. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity tahun 2018 mengungkapkan bahwa rebahan atau bermalas-malasan lebih dari tiga jam dalam sehari akan meningkatkan gejala-gejala depresi. 

Sebaliknya, ternyata berolahraga justru akan membuat kita bahagia karena otak akan mengeluarkan hormon dopamin dan serotonin. Keduanya berkaitan erat dengan rasa senang.

            9.         Meningkatkan resiko mati muda

Terlalu Banyak Rebahan? Bisa Meningkatkan Resiko Mati Muda!

Tidak aktif bergerak bisa meningkatkan risiko mati muda. Bagaimana bisa? Ini memungkinkan untuk terjadi karena ada banyak penyakit yang dipicu oleh kebiasaan tersebut. Berikut ini beberapa di antaranya, dilansir dari Medline Plus:

            •          Obesitas;

            •          Hipertensi;

            •          Penyakit jantung;

            •          Diabetes;

            •          Stroke;

            •          Kolesterol tinggi;

            •          Gangguan metabolisme;

            •          Kanker usus besar, payudara, dan rahim;

            •          Osteoporosis, dan lain-lain.

Itu dia dampak dari terlalu banyak berbaring. Sebaiknya imbangkan gaya hidupmu antara hari produktif dan hari untuk beristirahat. Dengan begitu, kamu pun tidak akan terjerat dalam gaya hidup kaum rebahan yang berdampak buruk bagi tubuhmu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *