Wakil Ketua DPRD Tegal Gelar Dangdut Tengah Pandemi

  • Whatsapp
Wakil Ketua DPRD Tegal Gelar Dangdut Tengah Pandemi
Wakil Ketua DPRD Tegal Gelar Dangdut Tengah Pandemi

Garisatu.com – Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo mengajukan izin penyelenggaraan organ tunggal di tengah pandemi dan disetujui oleh mantan Kepala Kepolisian Sektor Tegal Selatan Kompol Joeharno.

Namun ijin tersebut kemudian disalah gunakan. Joeharno mengatakan saat pihaknya berkunjung ke rumah penyelenggara hajatan ternyata dibuat panggung konser dangdut sehingga pihaknya mencabut izin yang sudah diberikan kepada Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua DPRD Tegal Gelar Dangdut Tengah Pandemi

Tengah Pandemi Gelar Dangdut

“Karena penyelenggaraan izin organ tunggal untuk memeriahkan pesta pernikahan, kami bisa memberikan izin meski harus mematuhi protokol kesehatan. Namun, kenyataannya izin tersebut disalahgunakan untuk penyelenggara pentas dangdut sehingga saya putuskan izin dicabut,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Tegal Gelar Dangdut Tengah Pandemi

Meskipun ijin telah dicabut oleh pihak kepolisian, penyelenggara acara hajatan tetap ngotot untuk melaksanakan pentas dangdut tersebut. Ia bahkan melontarkan kata kata yang menantang TNI dan Polri.

“Dia (penyelenggara hajatan) sudah ngomong, silakan izin dicabut tetapi hajatan tetap saya laksanakan, semua risiko saya yang menanggung, tanpa melibatkan TNI dan Polri,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Tegal Gelar Dangdut Tengah Pandemi

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo kemudian mengaku khilaf telah menyelenggarakan konser dangdut di tengah pandemi Covid-19 dan meminta maaf serta akan terus mengikuti semua proses hukum dan akan kooperatif.

“Semua proses (hukum) sudah berjalan dan saya telah menyampaikan permohonan maaf,” katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya di Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (27/9).

Wakil Ketua DPRD Tegal Gelar Dangdut Tengah Pandemi

“Saat ini proses (hukum) belum selesai. Jadi, nanti saya ikuti saja lah dan kooperatif saja,” kata Wasmad.
Wasmad mengaku dirinya diperiksa oleh polisi selama beberapa jam terkait klarifikasi pelaksanaan konser dangdut itu.

“Terus terang setelah ada hajatan, saya capek sekali. Namun, secara umum, saya sudah menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian saya, meski sebelumnya sudah dikoordinasikan,” katanya sambil menambahkan bahwa pemeriksaan kasus itu sudah cukup.

Hal ini menyebabkan Kapolsek Tegal Selatan Kompol Joeharno dicopot dari jabatannya Selain kehilangan jabatan, Joeharno juga harus berurusan dengan Propam (Profesi dan Pengamanan).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *