Tabrak Nenek Hingga Tewas, Pengendara Harley Malah Bebas!

  • Whatsapp
Tabrak Nenek Hingga Tewas, Pengendara Harley Malah Bebas!

Garisatu.com – Pada 15 Desember 2019 seorang pengendara Harley Davidson menabrak seorang nenek yang saat itu sedang bersama cucunya hingga tewas.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Padjadjaran, depan halte RS PMI Bogor, Jawa Barat pada pukul 06.30 WIB.

Ketua Umum Komite Mahasiswa Dan Pemuda Reformasi (KMP Reformasi) Gunawan Al Bima sadar atas hal yang janggal pada kasus tersebut.

“Kami meminta pengadilan untuk serius menjalankan hukuman pidana kepada Heru Kurniawan (HK), pengendara Harley Davidson yang menabrak seorang nenek hingga tewas di Bogor pada 15 Desember tahun lalu,” jelas Gunawan di Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Secara rinci, nenek yang tewas tersebut bernama Siti Aisyah, sedangkan cucunya berusia 5 tahun mengalami luka-luka.

Aparat Polresta Bogor Kota tetap meneruskan kasus ini hingga ke pengadilan kendati pihak keluarga telah sepakat berdamai.

Gunawan curiga HK memiliki hubungan dengan petinggi hukum, maka dengan mudahnya lolos dari tanggung jawab kecelakaan tersebut yang merenggut nyawa sang nenek.

Padahal dari kutipan surat keputusan pengadilan mengenai kasus HK, terpapar jelas perintah untuk menahan yang bersangkutan.

“Tapi terbukti HK masih bebas berkeliaran dan bekerja di salah satu BUMN sampai saat ini ada apa dengan penegak hukum sehingga saudara HK masih dibiarkan bebas dan menghirup udara segar. Sementara pihak korban berharap ada keadilan harus berpihak kepada yang benar, bukan kepada yang berduit, apalagi pejabat BUMN,” ungkap dia.

Menurut Gunawan, kasus tersebut janggal karena tidak mengikuti keputusan pengadilan. Ia duga HK dilindungi kenalan dengan posisi yang kuat sehingga kini masih bisa bebas berkeliaran.

“Mewakili hak masyarakat yang tidak memperoleh keadilan, kami meminta kepada pengadilan untuk meninjau kembali keputusan hukum terkait dengan kasus tersebut,” ungkapnya.

“Sekarang sudah bukan saatnya akal-akalan seperti itu. Kalau sudah diputus pengadilan dengan pidana penjara harusnya HK sampai sekarang masih meringkuk di penjara. Ini aneh, orangnya bebas seperti negara ini punya bapaknya,” tegas Gunawan.

Lanjut dia, KMP Reformasi akan segera menyambangi PN Jakarta Selatan untuk meminta kejelasan mengenai keputusan hukum atas HK secara pidana atas perbuatannya.

“Pihak terkait dengan keberadaan HK akan kita sambangi,” kata Gunawan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *