Suka Makan Jeroan? Hati Hati Ini 5 Dampaknya

  • Whatsapp
Suka Makan Jeroan? Hati Hati Ini 5 Dampaknya
Suka Makan Jeroan? Hati Hati Ini 5 Dampaknya

Garisatu.com – Sebagai masyarakat Indonesia, makan jeroan tentu sudah tidak asing lagi. Serba serbi makanan yang dibuat dari bahan jeroan ayam maupun sapi. seperti contoh menu soto babat, sup lidah sapi, gulai otak, paru paru goreng, hingga yang paling umum ialah sate hati ampela.

Bahkan karena dianggap memiliki rasa yang nikmat dan unik, beragam makanan tersebut juga memiliki cukup banyak penggemar. Meskipun terbilang lezat, konsumsi jeroan sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering atau terlalu banyak. Hal ini dikarenakan jeroan memiliki berbagai efek samping bagi kesehatan.

Bacaan Lainnya

Jika kamu makan jeroan dalam porsi wajar, sebenarnya ini bisa memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan karena makan jeroan juga mengandung berbagai nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.

Suka Makan Jeroan? Hati Hati Ini 5 Dampaknya

Dilansir dari buku 35 Resep Masakan Olahan Hati & Ampela Ayam (2010) oleh Lilly T. Erwin, jeroan merupakan bahan pangan yang mengandung cukup banyak gizi, mulai karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Vitamin yang terdapat saat makan jeroan merupakan vitamin B kompleks, vitamin A, vitamin B12, dan asam folat. Untuk mineral, ada zat besi, kalsium, kalium, magnesium, fosfor, dan seng yang terkandung di dalam jeroan.

Kandungan vitamin B12 pada jeroan sebenarnya dapat mengurangi potensi gangguan sistem kerja sel-sel saraf sehingga mampu mengoptimalkan fungsi sel-sel saraf, termasuk menurunkan risiko terjadinya gangguan memori pada otak.

Suka Makan Jeroan? Hati Hati Ini 5 Dampaknya

Sementara itu, kandungan seng dan vitamin A pada jeroan, khususnya hati, baik dalam memelihara kesehatan jaringan epitel, termasuk endothelium pembuluh darah.

Kandungan asam folat dan zat besi juga menjadikan jeroan baik dalam mencegah anemia.

Setelah membahas manfaat baik dari makan jeroan, kini kita membahas bahaya yang mungkin bisa timbul jika kamu makan jeroan terlalu banyak atau terlalu sering. Berikut bahayanya.

1.         Menyebabkan kolesterol tinggi

Selain nutrisi nutrisi yang disebutkan, jeroan juga terbukti mengandung jumlah kolesterol yang cukup tinggi. Dilansir dari buku Dasar-Dasar Gizi Kuliner (1998) oleh C. Soejoeti Tarwotjo, jeroan adalah sumber zat kolesterol.

Asupan kolesterol dari makanan yang berlebihan tentu bisa memicu masalah kolesterol tinggi dalam tubuh. Seperti yang diketahui, jumlah kolesterol yang terlalu banyak di dalam darah bisa menyebabkan pembuluh darah mengeras atau menyempit (aterosklerosis).

Apabila aliran darah menuju jantung sampai terganggu, maka bisa menyebabkan penyakit jantung. Jika tidak diobati, kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi berbahaya berupa serangan jantung.

Beberapa studi bahkan menemukan hubungan linier antara hiperkolesterolemia dan risiko hiperurisemia (penyakit asam urat). Oleh sebab itu, konsumsi jeroan harus dipantang oleh penderita asam urat.

2.         Memicu asam urat

Suka Makan Jeroan? Hati Hati Ini 5 Dampaknya

Selain kolesterol, jeroan juga terbukti mengandung senyawa purin yang sangat tinggi. Dilansir dari buku Bebas Penyakit Asam Urat Tanpa Obat (2012) oleh Lanny Lingga, PhD, semua jeroan mengandung senyawa purin yang sangat tinggi.

Purin yang berlebihan didalam tubuh bisa menyebabkan penyakit asam urat. Alhasil, mengonsumsi jeroan akan menambah purin dalam jumlah banyak sehingga mengganggu keseimbangan purin dalam serum.

Bagi seseorang yang kebal terhada purin sekali pun, jeroan berpotensi micu peningkatan asam urat.

Suka Makan Jeroan? Hati Hati Ini 5 Dampaknya

3.         Memicu penyakit diabetes mellitus tipe 2

Suka Makan Jeroan? Hati Hati Ini 5 Dampaknya

Didalam bukunya juga, Lanny Lingga, PhD juga menyebutkan bahwa jeroan adalah sumber lemak jenuh. Mengonsumsi lemak jenuh hewani yang berlebihan bisa menekan ketersediaan omega 3 bagi tubuh karena bisa menghambat kinerja enzim desaturase dan elongase yang bertugas mengubah omega 3 ALA menjadi DHA dan EPA.

Defisiensi omega 3 menyebabkan peningkatan kadar asam urat sekaligus memicu serangan gout atau penyakit asam urat.

Selain itu, asupan lemak jenuh yang terlalu banyak juga bisa meningkatkan resiko terkena penyakit kardiovaskular dan diabetes mellitus tipe 2.

4.         Membebani aktivitas kerja organ ginjal

Suka Makan Jeroan? Hati Hati Ini 5 Dampaknya

Konsumsi protein hewani yang memiliki nilai cerna rendah dan pH rendah seperti jeroan bisa membebani aktivitas kerja organ ginjal.

Konsumsi protein hewani akan mereproduksi asam urat yang dibuang atau diekskresi lewat ginjal karena terjadi persaingan antara keton dan asam urat, sehingga kadar asam urat serup dapat meningkat.

5.         Picu obesitas

Suka Makan Jeroan? Hati Hati Ini 5 Dampaknya

Jeroan juga sarat akan kalori sehingga dikhawatirkan mengonsumsinya terlalu banyak akan menyebabkan kelebihan kalori dan bisa memicu obesitas atau kegemukan.

Itu dia bahaya bahaya yang mungkin timbul jika mengonsumsi jeroan terlalu banyak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *