Starbucks Rugi Rp9,9 T Akibat Pandemi COVID-19!

  • Whatsapp
Starbucks Rugi Rp9,9 T Akibat Pandemi COVID-19

Garisatu.com – Di masa pandemi COVID-19 kali ini banyak perusahaan yang mengalami kerugian yang besar, salah satunya Starbucks.

Pihaknya membukukan kerugian sebesar US$678,4 juta atau setara dengan Rp9,9 triliun pada kuartal II 2020.

Bacaan Lainnya

Dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya, perusahaan mencatatkan pendapatan yang turun sebesar 28 persen, yakni US$4,2 miliar.

Harga saham Starbucks menjadi anjlok 5 persen setelah laporan keuangan kuartal II 2020 ini keluar.

Melansir CNN, Starbucks mengungkap telah mengoperasikan sebagian gerainya.

Di Amerika Serikat, sudah ada 96 persen gerai yang kembali beroperasi setelah tutup beberapa bulan akibat pandemi COVID-19.

Demi penyesuaian di tengah pandemi, perusahaan pun telah memodifikasi jam dan tempat duduk.

“Kami senang berbagi bahwa sebagian besar toko Starbucks di seluruh dunia telah dibuka kembali dan bisnis global kami terus pulih, menunjukkan relevansi merek Starbucks dan kepercayaan yang telah kami bangun dengan pelanggan kami,” ungkap CEO Kevin Johnson, Rabu (29/7).

Namun kemajuan ekonomi di Amerika Serikat dapat dibilang terhambat akibat lonjakan kasus virus corona yang tinggi.

Adapun ketakutan pelanggan , mereka tak dapat merasa nyaman duduk di dalam untuk menikmati secangkir kopi.

Pada Juni lalu, perusahaan kopi ini mengumumkan rencana untuk menutup 400 toko selama 18 bulan ke depan di Amerika Serikat dan Kanada.

“Perusahaan berencana untuk meluncurkan pickup tepi jalan di beberapa ratus lokasi dalam 12 hingga 18 bulan ke depan,” jelas pihaknya.

CFO Patrick Grismer mengatakan, meskipun perusahaan memproyeksikan penjualan global akan menurun antara 12 persen hingga 17 persen, pihaknya mengharapkan kembali mencetak untung di kuartal III.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *