Shelf Clouds Yang Hiasi Langit Serang

  • Whatsapp
Shelf Clouds Yang Hiasi Langit Serang
Shelf Clouds Yang Hiasi Langit Serang

Garisatu.comShelf clouds merupakan kumpulan awan yang posisinya cukup rendah dan terjadi sebelum hujan badai.

5e830d0a603de

Dilansir dari thevane.gawker pada Selasa (1/1/2019), terakhir kali shelf clouds muncul dengan sangat jelas pada tahun 2014 dan terjadi dua kali.

Bacaan Lainnya

Shelf Clouds

Pertama, terjadi di Sydney, Australia.

Ketika terjadi, cuaca cukup mendung di Sydney dan tidak lama setelah awan terlihat terjadi hujan deras yang dibarengi dengan petir dan kilat.

5f780b4a3cfb0

Tak lama setelah fenomena ini, dua hari kemudian, shelf clouds terlihat di atas langit Florida. Sama halnya dengan di Sydney, ketika shelf clouds terlihat, maka tak lama hujan dan badai terjadi.

Pada hari Sabtu 3 Oktober 2020 lalu, warga Banten dikagetkan dengab adanya awan hitam berbentuk seperti ombak.

0410 aceh 1

“Warga terkejut, kaget, heran pas ngeliat muncul awan kaya ombak. Awannya hitam pekat gitu,” tutur salah seorang warga Taktakan, Kota Serang, Wulan Indah.

Warga sempat khawatir setelah melihat awan tersebut, warga cemas apakah itu pertanda akan terjadi bencana seperti banjir atau puting beliung. 

533918133

Sesuai pernyataan dari Wulan, warga kota Serang ini mengatakan bahwa setelah kemunculan awan hitam tersebut terjadi hujan deras, namun tidak disertai angin dan kilat.

Sementara warga lainnya, Arief juga mengabadikan fenomena itu dan mengunggahnya ke media sosial.

“Indah tapi serem,” tulis Arief dalam unggahannya.

563c92a4bd86efa15c8bcb9a?width=910&format=jpeg

Kepala Seksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas 1 Serang Tarjono menjelaskan bahwa fenomena itu merupakan shelf clouds. 

“Awan tersebut merupakan fenomena alam biasa. Awan seperti itu disebut shelf cloud,” tutur dia.

shelf freeportIL

Tarjono menjelaskan, shelf cloud merupakan awan arcus yang membuat formasi awan horizontal rendah yang biasanya muncul sebagai awan aksesoris dari sebuah cumulonimbus. Dan terjadi karena pertemuan antara udara dingin dengan udara lembab yang hangat, kata Tarjono. Tarjono juga menghimbau warga supaya tidak panik menghadapi fenomena alam tersebut. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *