Setelah Mendatangi ABK Diamond Princess, Menteri Perhubungan Jatuh Sakit

  • Whatsapp
Setelah Mendatangi ABK Diamond Princess, Menteri Perhubungan Jatuh Sakit

Garisatu.com – Setelah memantau datangnya ABK dari kapal Diamond Princess di Kertajati, Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi jatuh sakit.

Setelah Mendatangi ABK Diamond Princess, Menteri Perhubungan Jatuh Sakit

Kondisi beliau saat ini kurang fit dikarenakan gejala typhus yang tengah diderita olehnya. Oleh sebab itu beliau tidak dapat melaksanakan beberapa agenda pada hari ini.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Waspada! Virus Corona Lebih Mudah Menyerang Ibu Hamil

Menurut Adita Irawati salah seorang staf khusus Menteri Perhubungan Bidang Komunikasi, gejala typhus yang sedang diderita Pak Budi Karya terjadi setelah mengunjungi beberapa lokasi. Yang dimana salah satu lokasinya adalah Kertajati untuk dalam rangka memantau kedatangan anak buah kapal (ABK) dari Yokohama, Jepang yang sempat dievakuasi karena wabah virus Corona.

Baca Juga: RS Di Indonesia Belum Siap Terima Pasien Coronavirus?

Setelah Mendatangi ABK Diamond Princess, Menteri Perhubungan Jatuh Sakit

Diketahui ada sebanyak 69 orang yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan anak buah kapal di kapal Diamond Princess yang telah dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara International Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka. Para anak buah kapal berhasil tiba di Indonesia pada tanggal 1 Maret 2020 jam 23.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Penjemputan anak buah kapal juga dilakukan dengan menggunakan salah satu maskapai terkemuka di Indonesia yaitu maskapai Garuda Indonesia.

Baca Juga: Inilah 7 Herbal Pencegah Serangan Coronavirus!

Selain Pak Budi Karya adapula beberapa menteri lainnya yang ikut serta dalam penyambuatan anak buah kapal di bandara seperti Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan  Pak Muhadjir Effendi, Pak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga ikut serta dalam acara penyambutan tersebut.

Meski sakit, diketahui Pak Budi Karya tetap memantau dan menyelesaikan kewajiban kementerian di rumah agar tidak tertunda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *