Sebar Hoax COVID-19 Lewat WA: Ibu Rumah Tangga Ditangkap!

  • Whatsapp
Sebar Hoax Lewat WA: Ibu Rumah Tangga Ditangkap!

Garisatu.com – Nur Fadillah, seorang ibu rumah tangga ditangkap atas penyebaran hoax mengenai virus corona COVID-19 melalui akun Facebook nya atas nama Dilla.

Wanita berumur 27 tersebut tinggal di Jalan Wonokusumo, Semampir. Atas tindakannya, ia harus berurusan dengan polisi.

Hal ini diketahui saat anggota Subdit V Siber Ditreskrimsus menemui berita hoax yang disebar oleh akun Facebook Dilla ke grup FB Surabaya Digital City (SDC).

Bacaan Lainnya

“Kami mengamankan tersangka hoaks inisial NF warga Wonokusumo, Kota Surabaya, menyebarkan isu Covid-19 (corona) meresahkan masyarakat” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, didampingi Kasubdit V Siber AKBP Catur.

“Pasien virus corona sudah ada di RSUD SOETOMO sby. Semoga kita smua sllu dlm lindungan Allah. Dan slalu jaga kesehatan dolor2.” tulis akun Facebook Dilla ke dalam grup FB SDC.

Akan tetapi waktu itu saat ia memposting, faktanya di RSUD dr Soetomo belum ada pasien yang dirawat dengan infeksi virus corona. Berdasarkan penelusuran polisi, yang benar yakni pasien dengan penyakit paru-paru.

Opini Pak Trunoyudo, kasus tersebut dalam penyidikan oleh Ditreskrimsus. Penyidik juga belum melakukan penahanan terhadap tersangka.

“Prosesnya penyidikan oleh Ditreskrimsus. Masih proses pemeriksaan,” kata mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini.

Di sisi lain, tersangka Nur Fadillah mengaku mendapatkan kabar hoaks itu dari grup WhatsApp (WA) wali murid. “Saya dapat dari grup WA wali murid sekolah,” ujar ibu rumah tangga tersebut.

Dilla tidak tahu bahwa informasi tersebut adalah hoax. “Niatnya cuma untuk mengingatkan tidak ada unsur apa-apa. Tidak disebarkan di WA lagi, hanya di Facebook,” tambahnya.

“Yang nyebarin (pertama,Red) saya kurang tau. Wali murid banyak,” ucap dia.

Kemudian Dilla meminta maaf kepada publik atas tindakan cerobohnya mengenai penyebaran hoax yang membuat para warga cemas, terutama kepada warga Surabaya.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 48 ayat 1 Jo pasal 28 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Selain itu tersangka juga dikenakan pasal 14 ayat 1 dan 2 pasal 15 UU RI No 1 Tahun 1946.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *