Sandi Uno: Masyarakat Harus Bersama Lawan COVID-19!

  • Whatsapp
Sandi Uno: Masyarakat Harus Bersama Lawan COVID-19!

Garisatu.com – Sandiaga Uno mengungkapkan pandangannya terhadap pandemi COVID-19 yang kini menjadi masalah besar dan mengimbas tidak hanya Indonesia, tetapi juga secara global.

Indonesia memiliki populasi yang terlalu banyak untuk diperhatikan satu persatu. Selain itu di masa pandemi COVID-19, fasilitas dan tenaga kesehatan yang tersedia tidak mencukupi jumlah rakyat.

Bacaan Lainnya

COVID-19 Crisis: Political and Economic Aftershocks - Foreign ...

Dengan begitu dampaknya terhadap ekonomi Indonesia diprediksi dapat runtuh.

Itulah alasan mengapa Indonesia sering dianggap tidak berkompeten melewati krisis kemanusiaan dan juga tidak mampu memecahkan masalah, apalagi di masa pandemi COVID-19.

Sandiaga Uno mengungkapkan hal tersebut tanpa tujuan buruk. Bukan untuk menghina, malah untuk mengoreksi para rakyat Indonesia. Jika bangsa Indonesia dapat membuka diri terhadap kritik, maka tanah air tentu dapat maju.

Kebersamaan merupakan kunci bangsa Indonesia untuk menggali potensi diri. Kekompakkan menjadi kekuatan tradisi yang diwariskan para pendahulu sejak merdekanya Indonesia.

“Indonesia, bangsa kita, mungkin banyak kekurangannya. Indonesia, negara kita, tidaklah sempurna. Itu sebabnya negara tidak pernah sendiri menghadapi persoalan, rakyat selalu ambil bagian tanpa dikerahkan,” kata Sandi dalam podcastnya pada Selasa (5/5/2020).

“Tanah air kita, tiada henti mengalirkan kebajikan. Solidaritas seperti mata air yang tidak pernah kering. Peduli pada sesama menjadi bahasa segala anak bangsa,” lanjut dia.

Sandi rasa Bhinneka Tunggal Ika menjadi kunci sukses Indonesia

Sandi mengingatkan, budaya luhur gotong royong tidak mengenal musim. Kebersamaan bahkan tumbuh di masa paceklik serta mekar di musim penghujan.

Indonesia telah melewati berbagai badai dan petir sejak merdeka. Para pejuang dahulu kala tidak memandang latar belakang, yang penting solidaritas demi bangsa Indonesia serta rakyat-rakyatnya.

“Setiap kali ibu pertiwi terluka, ribuan relawan dilahirkan oleh zamannya. Mereka, tanpa peduli latar belakang, selalu hadir menjawab tantangan,” kata Sandi.

“Mereka adalah para pemberani, mengejar risiko seringkali tanpa dikomando. Mereka adalah para pejuang, senantiasa memberi tanpa pernah mengukur diri. Terus bekerja tanpa memikirkan tanda jasa,” pungkasnya.

Polda Jabar Terjunkan 10 Orang Perawat Ke Rumah Sakit Darurat ...

Selanjutnya Sandi ungkapkan, ia telah mengenal banyak relawan. Latar belakang mereka berbeda-beda, mulai dari dunia usaha, politik, kemanusiaan bahkan dari komunitas.

Keteladanan para relawan pun sangat wahyu, tidak hanya memperindah Indonesia, tetapi juga membentuk ribuan relawan baru.

“Tidak heran di masa pandemi ini, ribuan relawan kembali hadir dengan semangat yang sama tetapi wajah berbeda. Adalah kehormatan bagi saya bisa bahu membahu dengan mereka,” tutur Sandi.

Perjalanan melawan wabah COVID-19 menurutnya masih cukup panjang. Maka itu berbagai kepentingan tidak boleh dijadikan fokus untuk sementara, yang paling penting ialah masalah pokoknya.

Menurunkan tren dan kurva penyebaran virus corona memang penting, tetapi memperbaiki ekonomi negara yang kini sedang berantakan juga harus dipikirkan.

Hantavirus Menghantui Cina Setelah Corona, Seorang Warga ...

Menyemangati dan menghargai seluruh relawan RI

“Saudara-saudaraku para relawan. Perjuangan kita masih panjang. Tidak saja untuk lepas dari wabah, tetapi melepaskan masyarakat dari kesulitan yang membelit,” Sandi ingatkan.

Menghadapi masalah pandemi ini bukan hal yang mudah, melainkan sangat amat sulit. Kinerja para relawan akan menyemangati bangsa Indonesia bahwa masih ada harapan di masa depan.

“Sahabat-sahabatku relawan sekalian. Teruslah bekerja tanpa pamrih. Itulah energi sejati yang selalu menyelamatkan bangsa dalam situasi sulit,” Sandi semangati.

“Jaga diri sambil terus memberi. Jadikan kedermawanan sosial ini sebagai modal besar menyongsong masa depan,” lanjutnya.

“Tidak ada kesuksesan yang lebih besar dari pada pengorbanan untuk kemanusiaan. Inilah jalan kemuliaan, mengingatkan kita pada tujuan penciptaan” terang Sandi.

Tentu saja, akibat pandemi virus corona, banyak segi yang terdampak di Indonesia. Ekonomi yang hancur lebur, peningkatan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang pesat, serta tidak hanya pemasukan negara yang berkurang total, tetapi juga anggaran yang diperlukan untuk warganya jelas sangat menguras kas negara.

Kendati begitu, Sandi percaya bahwa selama masih ada solidaritas, merah putih akan bertahan dan tumbuh di masa depan meski setelah terdampak pandemi COVID-19.

“Banyak kajian tentang masa depan Indonesia pasca pandemi, tetapi saya hanya punya satu keyakinan,” tutur dia.

“Selama tangan-tangan relawan tiada lelah mengulurkan harapan, maka akan selalu ada kesempatan kedua untuk Indonesia tercinta,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *