Reaksi Dewan Pers Atas Laporan Najwa Shihab

  • Whatsapp
Reaksi Dewan Pers Atas Laporan Najwa Shihab
Reaksi Dewan Pers Atas Laporan Najwa Shihab

Garisatu.com – Setelah mengunggah video bertajuk #MataNajwaMenantiTerawan di kanal YouTube Mata Najwa, tayangan tersebut banjir apresiasi masyarakat karena merasa pesan pesan mereka kepada Menteri Terawan disampaikan dengan baik oleh Najwa. 

Reaksi Dewan Pers Atas Laporan Najwa Shihab

Video tersebut memang memperlihatkan Najwa yang mewawancarai kursi kosong yang seharusnya diisi oleh MenKes Terawan, dalam video tersebut juga Najwa membahas penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. 

Bacaan Lainnya

Namun video tersebut malahan menuai tuntutan dari Relawan Jokowi Bersatu. 

Reaksi Dewan Pers Atas Laporan Najwa Shihab

Reaksi Dewan Pers Atas Laporan Najwa Shihab

Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu Silvia Dewi Soembarto melaporkan Najwa Shihab ke Kepolsian Daerah Metro Jaya karena menurut Silvia, itu merupakan tindakan Cyber Bullying. Kendati begitu, laporan tersebut ditolak dan polisi mengarahkan Silvia untuk melaporkan perkara itu ke Dewan Pers.

Sehingga, nantinya Dewan Pers akan menindaklanjuti laporan Silvia itu sesuai dengan UU Pers yang berlaku.

Reaksi Dewan Pers Atas Laporan Najwa Shihab

“Jadi tadi diarahkan oleh polisi ke Dewan Pers karena kasus ini ada hukum yang berlaku di luar hukum perdata dan pidana. Diminta rekomendasi dan referensi (Dewan Pers). Contohnya Dewan Pers punya UU Pers mana saja pasal yang dilanggar. Kode etik mana yang dilanggar, gitu,” tutur Silvia, Selasa, 6 Oktober 2020.

Reaksi Dewan Pers Atas Laporan Najwa Shihab

Sedangkan, Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar mengatakan wawancara kursi kosong Najwa Shihab sebagai pengganti absennya Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto merupakan kreativitas dalam dunia pers. Menurutnya, Nana, sapaan Najwa Shihab, tidak mengolok-olok Menkes Terawan.

Reaksi Dewan Pers Atas Laporan Najwa Shihab

“Saya pikir ga bermaksud mengolok-olok, cuman mungkin Nana itu mewawancarai kursi kosong itu bagian dari kreativitas,” ujar Ahmad, Rabu, 7 Oktober 2020.

Dia juga menjelaskan, kegiatan mewawancarai kursi kosong tersebut mungkin belum pernah ada di Indonesia. “Tapi di luar negeri yang seperti itu sudah biasa. Ga usah diterjemahkan sebagai bikin malu Pak Jokowi,” ucapnya.

Reaksi Dewan Pers Atas Laporan Najwa Shihab

Achmad menyampaikan, tindakan Najwa yang mewawancarai kursi kosong tersebut merupakan sebuah kritikan untuk Menkes Terawan yang tidak kunjung bersedia dimintai keterangan ihwal penanganan Covid-19.

Tidak hanya itu, Ahmad juga menilai tidak ada pelanggaran pasal Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam video ‘Mata Najwa’ edisi ‘Menanti Terawan’.

Reaksi Dewan Pers Atas Laporan Najwa Shihab

“Pasal mana dari KEJ yang dilanggar?,” kata Ahmad, Rabu (7/10/2020).

Menurut dia, seharusnya, laporan itu ditangani oleh Komisi Penyiaram Indonesia (KPI).

“Karena itu produk talkshow lebih tepat dibawa ke Komisi Penyiaran Indonesia. Kalau produk pemberitaan atau jurnalistik, barulah diadukan ke Dewan Pers,” ujar dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *