PSBB Ketat Mulai 14 Agustus, Denda Rp150 Juta Bagi Pelanggar

  • Whatsapp
PSBB Ketat Mulai 14 Agustus, Denda Rp150 Juta Bagi Pelanggar

Garisatu.com – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan kembali diterapkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Tidak seperti yang sebelumnya, PSBB kali ini akan dijalankan lebih ketat.

Terbagi menjadi 2 sektor, sektor yang masih boleh beroperasi dan sektor yang dilarang total untuk beroperasi.

Bacaan Lainnya

Sektor-sektor ini masih diperbolehkan untuk beroperasi namun tetap menerapkan protokol kesehatan serta membatasi kapasitasnya sebanyak 50%.

11 sektor yang masih diizinkan beroperasi di saat PSBB total adalah kesehatan, pangan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar obyek vital dan kebutuhan sehari-hari.

Sedangkan sektor sektor yang akan ditutup selama PSBB ini adalah sekolah, kawasan wisata, taman kota, sarana olahraga publik, dan tempat resepsi pernikahan.

Anies mengatakan bahwa berolahraga masih dapat dilakukan secara mandiri, baik didalam rumah maupun di lingkungan sekitar rumah.

Sedangkan untuk pernikahan dan pemberkatan perkawinan dapat dilakukan di KUA atau kantor catatan sipil. Dan sekolah atau kuliah dapat tetap berjalan dengan sistem online.

Untuk memperketat PSBB kali ini, Anies juga menerapkan sanksi bagi yang melanggar. Ada 4 peringatan bagi pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan, rinciannya sebagai berikut :

  1. Pelanggaran sekali, pelaku usaha akan mendapat sanksi penutupan paling lama 3 kali 24 jam.
  2. Pelanggaran kedua kali, pelaku usaha akan didenda sebesar Rp 50 juta.
  3. Pelanggaran ketiga kali, pelaku usaha akan didenda sebesar Rp 100juta.
  4. Selanjutnya jika kedapatan melanggar protokol kesehatan empat kali selama PSBB maka akan didenda sebesar Rp 150 juta.

Peraturan yang dimulai dari 14 Agustus 2020 ini dilakukan karena naiknya kasus yang cukup signifikan terutama dalam 12 hari terakhir.

“Di bulan September memang terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan. Pada tanggal 30 Agustus, akhir Agustus, kasus aktif di Jakarta 7.960. Pada saat itu kita menyaksikan bulan Agustus, kasus aktif ini menurun. Tapi memasuki bulan September sampai tanggal 11 September kemarin, jadi 12 hari pertama bertambah sebesar 3.864 kasus atau sekitar 49 persen dibandingkan akhir Agustus,” ujar Gubernur DKI Anies Baswedan saat mengumumkan pemberlakuan PSBB DKI Jakarta secara daring, Minggu (13/9/2020).

Peraturan kembali diterapkan dengan harapan akan menurunkan kembali jumlah kasus virus Corona yang menyebar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *