PSBB di Jakarta Mulai Lagi Per 14 September 2020

  • Whatsapp
PSBB di Jakarta Mulai Lagi Per 14 September 2020

Garisatu.com – Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) adalah istilah kekarantinaan kesehatan di Indonesia yang didefinisikan sebagai “Pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.”

Seperti yang tercatat, gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memulai aturan PSBB periode pertama pada 10 hingga 23 April 2020. Setelah itu PSBB terus diperpanjang hingga tanggal 4 Juni 2020.

Bacaan Lainnya

Bersamaan dengan itu, isu new normal atau kenormalan baru juga digaungkan akan dilaksanakan mulai awal Juni, tepatnya pada rancangan timeline yang sudah beredar luas adalah tanggal 5 Juni 2020.

New normal, bukan hanya sekadar membuka sarana atau fasilitas publik, perkantoran, industri, sekolah dan lain sebagainya.

Namun terpenting adalah kesiapan perilaku setiap individu masyarakat yang akan menjalankan aktivitas seperti biasa di luar rumah, meski virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 belum hilang sepenuhnya.

Walaupun sarana sarana serta fasilitas publik seperti Mall, Perkantoran, serta Cafe cafe atau restoran kembali dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam era new normal ini tetap tidak menekan jumlah kasus Covid-19 perharinya.

Bahkan hingga saat ini tercatat mencapai 203.000 kasus dengan penambahan lebih dari 500 kasus setiap harinya.

Hal ini pun membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan khawatir akan kondisi Ibu kota dan akan kembali memberlakukan PSBB Ketat per 14 September 2020.

Mulai Senin besok, Anies meminta kegiatan perkantoran non-esensial wajib ditiadakan dan dilaksanakan dari rumah.

“Dalam rapat gugus tugas tadi sore disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat, yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu, bukan lagi PSBB transisi, tapi kita harus melakukan PSBB sebagai mana masa awal dulu,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Sebab kembali pada masa seperti PSBB awal, maka beberapa kegiatan yang awalnya bisa dilakukan pada masa PSBB transisi akan kembali dilarang.

“Prinsipnya, mulai Senin, 14 September, kegiatan perkantoran yang non-esensial diharuskan laksanakan dari rumah, bekerja dari rumah, bukan usahanya yang berhenti tapi bekerja di kantornya yang ditiadakan, kegiatan usaha jalan terus, kegiatan kantor jalan terus, tapi perkantoran di gedungnya yang tak diizinkan untuk beroperasi,” ucap Anies.

Anies juga memastikan hanya akan ada 11 bidang esensial yang diperbolehkan beroperasi secara minimal.

Kesebelas sektor itu antara lain kesehatan, pangan/minuman, logistik, energi, keuangan, komunikasi dan informasi, transportasi, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar utilitas, kebutuhan sehari-hari, dan perhotelan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *