Produksi Blok Rokan Anjlok, Pemerintah Dikomentari

  • Whatsapp
Produksi Blok Rokan Anjlok, Pemerintah Dikomentari
Gambar ilustrasi

Garisatu.com – Di tahun ini, produksi Blok Rokan bisa dibilang telah terjun bebas. Pada tahun 2012, produksi Blok Rokan masih sebesar 338 ribu barrel perhari. Akan tetapi, pada tahun 2019, produksi hanya mencapai 190 ribu barel perhari.

Menurut Sofyano Zakaria, Pengamat Energi, penurunan produksi tersebut beralasan dari jumlah sumur yang dibor.

“Hal ini disebabkan karena investasi pengeboran sumur yang dilakukan pihak kontraktor, Chevron, menurun drastis,” katanya , di Jakarta, Sabtu (7/3/2020).

Bacaan Lainnya

Perbandingannya yakni pada tahun 2012 dilakukan pengeboran di 615 sumur, namun di tahun 2015 menurun menjadi 200an sumur yang di bor. Lanjut, pada tahun 2016 ada sekitar 110an sumur, dan malah di tahun 2019 sama sekali tidak melakukan pengeboran sumur baru.

“Dan jika 2020 ini tidak melakukan investasi pengeboran sumur juga, maka produksi diperkirakan akan turun menjadi 160 ribu barrel perhari  dan produksi 2021 (saat diserahkan ke Pertamina) diperkirakan akan turun lagi menjadi 140 ribu barrel perhari. Ini pasti menyebabkan pendapatan negara terus turun, dan otomatis menyebabkan import akan menjadi naik,” ungkap Sofyano.

Ia lanjut menjelaskan, pemerintah seharusnya sudah menyadari penurunan tersebut sejak lama, bukan hanya saat ini saja.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *