Pontjo Sutowo 2020: Pancasila adalah Titik Temu!

  • Whatsapp
Pontjo Sutowo: Pancasila adalah Titik Temu!

Garisatu.com –  Hari ini tanggal 1 Juni, Indonesia memperingatinya sebagai Hari Lahir Pancasila. Berkenaan dengan momen yang erat kaitannya dengan kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,
Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo mengajak semua elemen bangsa Indonesia mengenang sejenak peristiwa bersejarah tujuhpuluh lima tahun lalu tersebut.

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ...

Bacaan Lainnya

Pontjo mengisahkan bagaimana sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), yang kemudian ditambah Indonesia menjadi BPUPKI, yang telah bersidang beberapa hari untuk mencari dasar negara Indonesia merdeka, mengalami jalan buntu. Tidak ada kata sepakat.

Diantara kebuntuan tersebut, Ir. Soekarno yang tampil berbicara tanpa teks pada tanggal 1 Juni untuk menyampaikan konsep dan pemikirannya tentang “Pancasila”, mengawali pidatonya dengan menyerukan “…bahwa kita harus mencari persetujuan, mencari persetujuan faham”.

“Kita bersama-sama mencari persatuan philosophische grondslag mencari satu ‘weltanschauung’ yang kita semuanya setuju! Yang saudara Yamin setujui, yang Ki Bagoes setujui, yang Ki Hadjar setujui, yang saudara Sanoesi, yang saudara Abikoesno setujui, yang saudara Lim Koen Hian setujui, pokoknya kita semua mencari satu modus”, ujar Pontjo mencuplik pidato Bung Karno.

Merujuk pada hal itu maka dasar keberadaan Pancasila adalah kehendak untuk mencari ‘persetujuan’ (titik temu) dalam menghadirkan kemaslahtan dan kebahagiaan bersama dalam kehidupan kebangsaan Indonesia yang majemuk.

Implementasi Pancasila - Kompasiana.com

“Oleh karena itu, jika setiap kali bangsa Indonesia kembali ke 1 Juni, maka setiap kali itu pula kita diingatkan untuk kembali menghayati struktur makna terdalam dari keberadaan Pancasila. Kita kembali diingatkan tentang Pancasila sebagai “titik temu” yang mempersatukan keberagaman bangsa”, lanjut Pontjo yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI).

Pontjo menambahkan sebagai “titik tumpu” yang mendasari ideologi, norma, dan kebijakan negara, serta sebagai “titik tuju” yang memberi orientasi visi dan misi negara-bangsa Indonesia, di tengah kemungkinan keterpecahan, kerapuhan landasan, dan disorientasi yang melanda kehidupan kebangsaan dan kenegaraan.

Menurut Pembina Yayasan Suluh Nuswantara Bakti sekaligus Ketua Aliansi Kebangsaan ini, dalam rangka mengefektifkan Pancasila sebagai titik temu, titik tumpu, dan titik tuju bersama, ada lima jalur prioritas yang harus kita tempuh.

Pertama, melakukan revitalisasi dan reaktualisasi pemahaman terhadap Pancasila dengan melakukan penyegaran materi sosialisasi, pelurusan sejarah Pancasila, hingga penyegaran metode sosialisasi dan pedagogi Pancasila.

Kedua, mengembangkan kerukunan (inklusi sosial) di tengah masyarakat melalui penumbuhan budaya kewargaan (civic culture) berbasis nilai-nilai Pancasila, serta penguatan dialog lintas agama, suku, ras dan golongan.

Ketiga, mendorong terwujudnya keadilan sosial melalui perumusan sistem ekonomi dan pembangunan berbasis nilai-nilai Pancasila, serta perajutan kemitraan ekonomi demi terbangunnya praktik ekonomi berkeadilan sosial.

Keempat, menguatkan internalisasi nilai-nilai Pancasila ke dalam produk perundang-undangan, kebijakan publik serta lembaga kenegaraan dan kemasyarakatan.

Kelima, menumbuhkan, mempromosikan dan mengapresiasi keteladanan agen-agen kenegaraan dan kemasyarakatan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Dari jalur pemahaman diharapkan bisa mengarah pada Indonesia cerdas kewargaan. Jalur kerukunan (inklusi sosial) mengarah pada Indonesia bersatu. Jalur keadilan mengarah pada Indonesia berbagi sejahtera. Jalur pelembagaan mengarah pada Indonesia tertata-terlembaga. Jalur keteladanan mengarah pada Indonesia terpuji.

“Itulah lima jalur utama menuju persetujuan bangsa dalam kerangka kemaslahatan-kebahagiaan hidup bersama,” beber Pontjo.

Di tengah kondisi bangsa yang sedang diuji oleh letupan konflik akibat benturan kepentingan dan pemahaman, kelima jalur itulah yang menjadi jalan kesaktian Pancasila menuju keselamatan dan kebahagiaan hidup bersama.

“Akhirnya saya ucapkan, selamat Hari Lahir Pancasila. Dengan Pancasila kita bersatu, bahagia dan jaya”, pungkas Pontjo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *