Dari Politik, Hukum, Hingga Wisata Halal Jadi Bahasan Kongres Umat Islam Indonesia Ke-7

  • Whatsapp
Dari Politik Hukum Hingga Wisata Halal Jadi Bahasan Kongres Umat Islam Indonesia Ke 7

Garisatu.com – Selain isu dan permasalahan agama, juga akan dibahas berbagai persoalan. Mulai dari isu politik, hukum hingga media tidak luput menjadi bahasan dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7.

Berdasarkan keterangan Ketua Panitia KUII Zaitun Rusmin, penyelenggaraan KUII ke-7 di Pangkalpinang, Bangka Belitung, akan dihadiri 700 peserta.  Terdiri dari pengurus MUI pusat hingga daerah, ormas Islam, perguruan tinggi, pesantren dan pemangku kebijakan lainnya.

Bacaan Lainnya

Rencananya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akan hadir sekaligus membuka kongres. Sedangkan Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin, akan diagendakan menutup perhelatan KUII kali ini.

Berkenaan dengan isu dan permasalahan politik. Zaitun memaparkan, bahwa peserta kongres akan mengupas persoalan kehidupan politik Indonesia yang cenderung semakin liberal-sekuler.

Gejala tersebut mengakibatkan masyarakat mengabaikan nilai-nilai dasar Pancasila, UUD 1945. Termasuk pula terhadap nilai-nilai luhur agama dan budaya bangsa.

Selain itu kecenderungan politik yang liberal-sekuler ini telah mengakibatkan praktek-praktek politik yang transaksional, koruptif, diskriminatif, kanibal dan oligarkis.

Strategi yang akan dirumuskan nanti diharapkan dapat mewujudkan partai politik islam dan partai berbasis umat islam yang modern, kuat dan aspiratif. Mengingat partai mempunyai peranan penting hampir disemua proses kehidupan berbangsa, institusi harus dibangun dengan bersih dan tata kelola yang baik.

Dengan demikian sebagai salah satu pilar demokrasi partai dimaksud mampu melahirkan kepemimpinan politik yang efektif, transformatif, peka terhadap perubahan zaman, cepat dan tepat dalam mengambil kebijakan.

Partai Islam dan partai berbasis umat Islam ini bekerja dalam kerangka NKRI dengan berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. Tujuannya tidak lain untuk mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan umat dan bangsa, serta bisa diperhitungkan secara nasional dan internasional.

Baca juga: Usung Tema “Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia Dalam Mewujudkan NKRI yang Maju, Adil, dan Beradab”: MUI Gelar Kongres Umat Islam Indonesia Ke-7

Di bidang hukum kongres akan menyoroti fakta bahwa penegakan Hukum melalui lembaga peradilan belum mengakomodasi nilai keadilan dan kemanfataan bagi masyarakat. Sehingga timbul pameo “hukum itu tumpul ke atas, tajam ke bawah”.

Strategi umat dalam KUII ke-7 menghendaki terbentuknya peraturan perundang-undangan yang tetap konsisten berdasarkan Pancasila sebagai Staats fundamental norm dan UUD 1945 sebagai Dasar Negara. Kongres akan memperjuangkan terbentuknya hukum nasional yang berorientasi pada maqasidus syariah yang esensinya diakui semua agama yang ada di Indonesia.

Demikian pula terhadap penguatan di bidang media. Perlu dikembankan strategi yang menekankan pada dakwah di bidang media sosial. Di kalangan umat Islam, internet paling banyak diakses oleh generasi milenial, kalangan muslim kota dan kelas menengah.

Fakta ini merupakan kesempatan bagi MUI untuk bisa memperluas dakwah. Selama ini, tiga elemen yang disebutkan ini bisa jadi mempunyai kesulitan akses untuk mengikuti pengajian atau ta’lim dengan sistem tatap muka.

Karena itu pendekatan dengan penggunaan media internet berbasis smartphone kemungkinan dakwah bisa tersebar luas ketiga kalangan ini.

Apalagi generasi milenial inilah yang akan meneruskan estafet perjuangan umat Islam. ‘Generasi muslim baru’ inilah nanti yang akan menentukan para umat Islam ke depan.

Maka kemasan dakwah yang disajikan tentunya juga harus seuai dengan kecenderuangan para pengakses internet ini.

Masih menurut Zaitun, KUII ke-7 dilaksanakan sebagai upaya untuk mendorong pula parawisata halal. Dengan harapan, terciptanya iklim pariwisata yang memberikan rasa kenyamanan tidak hanya pada aspek pelayanan umum tetapi juga kenyamanan pada aspek syariah.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *