Perhatikan Ketentuan Berkendara Saat PSBB Total

  • Whatsapp
Perhatikan Ketentuan Berkendara Saat PSBB Total

Garisatu.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total seperti yang diterapkan sekitar April 2020 lalu. Keputusan itu diambil untuk mengendalikan penularan virus COVID-19 yang dinilai tinggi di DKI Jakarta.

Perhatikan Ketentuan Berkendara Saat PSBB Total

Perhatikan Ketentuan Berkendara Saat PSBB Total

“Kita terpaksa kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar seperti pada masa awal pandmei dulu, bukan lagi masa transisi, tapi PSBB awal dulu,” kata Anies dalam konferensi pers semalam.

Bacaan Lainnya

Dengan pernyataan Anies tersebut, berarti aturan-aturan yang berlaku pada PSBB tahap pertama akan kembali diterapkan. Mengacu pada peraturan PSBB tahap pertama dulu yang diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan COVID-19 di DKI Jakarta, ada beberapa ketentuan kegiatan pergerakan orang.

Pengguna kendaraan mobil penumpang pribadi diwajibkan untuk mengikuti beberapa ketentuan berkendara. Ketentuan pertama, mobil pribadi digunakan hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan/atau aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB.

Mobil pribadi harus dilakukan disinfeksi kendaraan setelah selesai digunakan. Di dalam mobil wajib menggunakan masker.

Jumlah orang dibatasi maksimal 50% dari kapasitas kendaraan. Pengguna mobil pribadi juga dilarang berkendara jika sedang mengalami suhu badan di atas normal atau sakit.

Perhatikan Ketentuan Berkendara Saat PSBB Total

Selanjutnya untuk pengguna sepeda motor pribadi juga diwajibkan mengikuti beberapa ketentuan berkendara juga. Hampir sama seperti mobil pribadi, motor juga hanya boleh digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan/atau aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB.

Pengguna sepeda motor pribadi wajib melakukan disinfeksi kendaraan dan atribut setelah selesai digunakan, menggunakan masker dan sarung tangan; dan tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan diatas normal atau sakit.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *