Ini Chance Jerat LGBTQ: Manfaatkan “Living Law” Melalui Perda

  • Whatsapp
Manfaatkan Living Law Jerat LGBTQ dengan Perda
Gay Couple Exchanging Rings at Wedding

Garisatu.com – Beberapa daerah telah membuat terobosan untuk menghukum perilaku seks yang ‘tidak sewajarnya’. Caranya dengan mengakomodir living law dalam peraturan daerah (Perda). Sehingga dapat menjerat perilaku seks seperti yang dilakukan oleh entitas lesbian, gay, biseksual, transgender/transeksual, queer (LGBTQ).

Hal tersebut ditempuh karena hukum nasional (undang-undang pidana) belum mengatur dan memuat larangan yang jelas terhadap perilaku seksual atau perzinahan oleh kaum LGBTQ.

Meskipun belum dengan diksi hukum yang sama. Lantaran masih terjadi kekosongan hukum untuk mendefinisikan perilaku tersebut. Beberapa perda telah mengkategorikan aktifitas perilaku seksual kelompok homoseksual sebagai delik pidana.

Bacaan Lainnya

Misalnya, Qanun Aceh No.6/2014 yang melarang hubungan sesama jenis dengan dua kategori. pertama liwath, yang dilakukan oleh sesama laki-laki). Kemudian musahaaqah, hubungan seksual oleh sesama perempuan.

Sedangkan di Sumatera Selatan, melalui Perda No. 13/2012 mengkategorikan perilaku homoseks, lesbian dan sodomi sebagai perbuatan maksiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *