Ini Perbedaan Virus Corona dan Flu Biasa Yang Perlu di Ketahui.

  • Whatsapp
Ini Perbedaan Virus Corona dan Flu Biasa Yang Perlu di Ketahui.
Ini Perbedaan Virus Corona dan Flu Biasa Yang Perlu di Ketahui.

Virus Corona kini semakin meluas, dan banyak dari kita yang tidak dapat membedakan perbedaan gejala virus corona dan flu biasa, karena memang kedua infeksi ini sama-sama menyerang sistem pernapasan dan memiliki gejala yang sangat mirip. Lalu, bagaimana cara kita membedakan flu biasa dan infeksi virus corona atau COVID-19 ini ?

Penyebab Flu biasa dan Covid-19 atau Virus Corona adalah sama-sama disebabkan oleh virus yang menyerang langsung ke saluran pernapasan manusia. Tetapi, kedua virus ini berasal dari golongan virus yang berbeda dan memiliki karakteristik yang berbeda.

Bacaan Lainnya

[irp posts=”3572″ name=”Berani Disuntik Virus Corona, Akan Dibayar 63 Juta”]

Virus penyebab flu menyebar dari manusia ke manusia dan paling sering menyerang anak-anak atau remaja. Virus flu berasal dari golongan rhinovirus. Infeksi dari virus ini bisa terjadi sepanjang tahun terlebih saat musim hujan. Sedangkan COVID-19 atau Virus Corona berasal dari golongan coronavirus.

Saat ini didapati virus corona menyebar dari manusia ke manusia melalui interkasi sentuhan, namun para ahli masih mencari penyebab utama dari penyebaran virus ini.

Perbedaan Virus Corona dan Flu Biasa

Berikut ini adalah perbedaan gejala flu biasa dengan gejala virus corona atau COVID-19:

perbedaan flu biasa dan corona virus
Rhinovirus / Flu biasa

Flu Biasa

Flu biasa terjadi ketika virus ini menyerang saluran pernapasan, Penderita flu akan merasakan keluhan muncul dari hidung dan tenggorokan (saluran pernapasan atas). Gejala-gejala flu biasa adalah:

  • Bersin-bersin
  • Hidung tersumbat dan berair
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala ringan
  • Batuk
  • Demam (jarang terjadi)

Gejala-gejala tersebut biasanya muncul 1–3 hari setelah terpapar virus dari orang lain yang sedang sakit.

Perbedaan Virus Corona dan Flu Biasa Yang Perlu di Ketahui
COVID-19 / Virus Corona

COVID-19

Sama seperti rhinovirus, virus Corona juga menginfeksi saluran pernapasan. Oleh karena itu, orang yang menderita COVID-19 bisa mengalami gejala yang mirip dengan flu. Meski begitu, virus Corona yang sekarang sedang mewabah lebih sering menyebabkan keluhan pada saluran pernapasan bawah. Virus Corona bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil atau menyusui serta bayi dan anak-anak.

[irp posts=”3768″ name=”Akibat Corona: Supermarket Habis Stok!”]

Ada 3 gejala utama yang dapat muncul pada COVID-19, yaitu:

  • Demam tinggi
  • Batuk
  • Sesak napas

Pasien juga bisa mengalami nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, diare, mual, dan muntah. Namun, gejala ini jarang terjadi dan tidak khas pada pasien COVID-19.

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan komplikasi yang serius, seperti sindrom gangguan pernapasan akut, pneumonia (infeksi paru) yang berat, edema paru, dan kegagalan fungsi organ-organ tubuh, misalnya ginjal.

[irp posts=”3680″ name=”Anies: Beberapa Tim Medis Tertular Corona!”]

Cara Pengobatan Flu dan Virus Corona

Penanganan pengobatan pasien yang terinfeksi flu dan vorus corona tidak bisa di samakan, karena memang kedua jenis virus ini sangat berbeda, adapun penjelasan mengenai pengobatan flu dan infeksi virus corona menurut para dokter adalah:

Flu Biasa

Flu umumnya dapat sembuh sendiri dalam waktu 4–9 hari. Semakin kuat daya tahan tubuh, semakin cepat flu sembuh. Oleh karena itu, dokter akan menyarankan penderita flu untuk banyak beristirahat, makan makanan bernutrisi, dan minum air putih yang cukup.

Sementara untuk meringankan gejala flu, dokter biasanya akan memberikan:

  • Chlorpheniramine dan pseudoephedrine
    Obat flu dengan kombinasi ini bisa dikonsumsi untuk meredakan keluhan hidung tersumbat dan berair. Chlorpheniramine bekerja dengan cara menghambat senyawa histamin yang menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah hidung, sementara pseudoephedrine akan mengecilkan pembuluh darah yang melebar akibat histamin.
  • Paracetamol dan ibuprofen
    Kedua obat ini bisa Anda gunakan untuk mengatasi gejala flu yang disertai dengan demam ringan. Baik paracetamol maupun ibuprofen tersedia dalam beragam merek, serta sangat mudah ditemukan di apotek atau toko obat.
  • Kombinasi paracetamol, chlorpheniramine, pseudoepherine, dan guaifenesin
    Jika mengalami flu yang disertai demam, batuk berdahak, dan pilek, Anda bisa mengonsumsi obat flu dengan kombinasi paracetamol, chlorpheniramine, pseudoephedrine, dan guaifenesin untuk meredakan gejala-gejala tersebut.

COVID-19 atau Virus Corona

Ada dua tipe gejala COVID-19 yaitu COVID-19 dengan gejala ringan dan COVID-19 dengan gejala berat. Untuk COVID-19 dengan gejala ringan dapat di ringankan dengan meminum obat flu.

cegah virus corona dengan hand sanitizer
cegah virus corona dengan hand sanitizer

Namun, untuk COVID-19 dengan gejala berat, tindakan pengobatan akan lebih ditujukan untuk menjaga kondisi pasien agar tidak terjadi komplikasi yang muncul yang dapat berakibat fatal.

[irp posts=”2371″ name=”Baru Lahir, Bayi Ini Divonis Terserang Coronavirus!”]

Sampai detik ini, para ahli kesehatan dan dokter dunia belum dapat menemukan obat atau vaksin yang mampu mengobati atau mencegah infeksi virus corona atau COVID-19. Namun, kita dapat meminimalkan resiko terkena paparan infeksi corona virus dengan cara sebagai berikut:

  • Mencuci Tangan dengan air dan sabun setidaknya kurang lebih selama 20 detik.
  •  Menggunakan Hand Sanitizer
  •  Memperbanyak minum air putih.
  • Beristirahat yang cukup.
  • Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang kotor.
  • Menghindari kontak fisik dengan orang yang sedang batuk atau demam.

Infeksi virus corona dapat menimbullkan gejala yang ringan hingga gejala yang sangat berat yang dapat mengancam nyawa seseorang. Kita dapat lebih jeli untuk mengenali gejala flu biasa dan gejala virus corona dari penjelasan diatas.

Jika anda mengalami gejala-gejala flu disertai dengan demam tinggi yang sudha lebih dari 1 minggu, segeralah periksakan kedokter terdekat untuk dapat dipastikan apakah itu termasuk flu biasa atau gejala virus corona.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *