Baru! Penciuman Hilang, Tanda COVID Terbaru

  • Whatsapp
Baru! Penciuman Hilang, Tanda COVID Terbaru
Baru! Penciuman Hilang, Tanda COVID Terbaru

Garisatu.com – Dalam beberapa minggu terakhir, salah satu gejala baru virus Corona sedang ramai di bahas di kalangan para dokter. Ciri tersebut yakni kehilangan indra pencium dan juga perasa.

Mereka yang terinfeksi virus corona ditemukan mengalami gejala penciuman hilang atau anosmia (kehilangan kemampuan untuk mencium) dan dysgeusia (kehilangan kemampuan mengecap) terutama di masa awal ketika tubuh baru terinfeksi virus. 

Bacaan Lainnya

Jadi, apakah benar bahwa anosmia dan dysgeusia adalah gejala awal dari virus COVID-19? 

afp20131215p852 t1

Penciuman Hilang

Menurut laporan yang diterima oleh dr. Nirmal Kumar, presiden asosiasi dokter spesialis THT Inggris (ENTUK), ada sekitar 500 pasien COVID-19 yang penciuman hilang.

Tidak hanya di Inggris, beberapa negara lain juga ditemukan kasus penciuman hilang pada penderita Covid-19 seperti di Tiongkok, Amerika Serikat, Iran, Italia, Jerman, serta Korea Selatan.

anosmia1

Namun hingga kini belum ada penelitian secara khusus yang menghubungkan COVID-19 secara langsung dengan anosmia, tetapi menurut rilis dari ENTUK, dari keseluruhan kasus orang dewasa yang  mengalami anosmia, 40%-nya diakibatkan oleh virus.

Kehilangan penciuman yang dapat menyertai infeksi virus corona adalah gejala unik dan berbeda dari yang dialami oleh orang yang menderita demam atau flu parah, menurut sekelompok peneliti di Eropa yang telah mempelajari pengalaman pasien.

shutterstock 1681254232

Ketika pasien Covid-19 kehilangan penciuman, itu cenderung terjadi secara tiba-tiba dan dalam tingkat yang parah.

Dan hidung mereka biasanya tidak tersumbat atau meler, kebanyakan orang yang terinfeksi virus corona masih bisa bernapas lega. Hal lain yang membedakan mereka ialah hilangnya kemampuan merasa.

Melansir Business Insider, Senin (23/3), para profesor mengatakan, banyak pasien di seluruh dunia yang positif virus corona tanpa gejala demam tinggi atau batuk. Sebagai gantinya, mereka sulit mencium bau dan mengecap rasa.

“Ada sejumlah laporan yang berkembang pesat tentang peningkatan signifikan dalam jumlah pasien Covid-19 yang hanya mengalami anosmia tanpa adanya gejala lain,” sebut peneliti dalam pernyataan tertulis.

Anosmia

Profesor Kumar menyatakan kepada Sky News, pasien berusia muda justru menunjukkan tanda tidak bisa mencium bau atau mengecap rasa. Mereka tidak memperlihatkan gejala virus corona yang umum, seperti demam tinggi atau batuk terus-menerus.

“Pada pasien muda, mereka tidak memiliki gejala yang signifikan, seperti batuk dan demam. Namun, mereka mungkin kehilangan indera penciuman dan pengecapan, yang menunjukkan bahwa virus ini tinggal di hidung,” katanya.

Untuk itu, para profesor menyerukan kepada siapa saja yang memiliki gejala kehilangan indera penciuman dan perasa untuk mengisolasi diri selama tujuh hari untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *