Pemulihan Ekonomi 2020: Uang Negara Ditempatkan di Bank Himbara

  • Whatsapp
Pemulihan Ekonomi: Uang Negara Ditempatkan di Bank Himbara

Garisatu.com – Hingga saat ini pemerintah RI kian memperbaiki ekonomi nasional serta menangani pandemi COVID-19.

Salah satu upayanya yaitu dengan menempatkan uang negara di bank umum anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya kepada media usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 24 Juni 2020.

30 Triliun Uang Negara Ditempatkan Di Himbara - Warna Media Bali

“Untuk dana pertama ini kita tetapkan Rp30 triliun yang disampaikan atau ditetapkan untuk ditempatkan di bank-bank Himbara tersebut. Masing-masing tentu kemudian akan menyampaikan apa rencana untuk penggunaan dana tersebut di dalam rangka pemulihan sektor riil-nya,” ungkap Sri Mulyani.

Lanjut Sri, ia selaku Menteri Keuangan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2020 tentang Penempatan Uang Negara di Bank Umum dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Beleid ini merupakan revisi atau penyesuaian dari PMK sebelumnya yaitu PMK Nomor 3/PMK.05/2014 mengenai Penempatan Uang Negara.

“Penempatan uang negara di bank umum sebetulnya sudah secara rutin kita lakukan semenjak tahun 2014. Namun, saat ini untuk tahun 2020 dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 mengenai Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan, dan di dalam rangka untuk penanganan pandemi Corona virus disease, dan untuk menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional, maka PMK ini direvisi untuk bisa mendukung langkah-langkah pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya.

Pemerintah Tempatkan Uang Negara di Bank Himbara untuk Akselerasi ...

Sejumlah bank yang akan mendapatkan sokongan dana dari pemerintah antara lain PT Bank Tabungan Negara (Persero) atau BTN, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Sri menegaskan bahwa dana tersebut dilarang untuk berbuat dua hal, yakni tidak boleh untuk membeli surat berharga negara (SBN) dan valuta asing (valas).

“Jadi dana ini memang khusus untuk mendorong ekonomi sektor riil,” terang Sri.

Mekanisme yang digunakan dalam penempatan dana di bank umum tersebut, menurut Sri, merupakan skema deposito dengan suku bunga sama seperti yang pemerintah dapatkan saat dana tersebut disimpan di Bank Indonesia.

Maka dengan itu, pemerintah akan mendapatkan suku bunga 80 persen dari 7-day Repo Rate Bank Indonesia.

“Suku bunga yang rendah ini diharapkan akan mampu mendorong bank-bank Himbara ini melakukan langkah-langkah untuk mendorong sektor riil melalui kredit yang diberikan kepada para pengusaha dan dengan tingkat suku bunga yang juga lebih rendah,” kata dia.

Untuk kedepannya pemerintah akan mengevaluasi kebijakan ini per tiga bulan sekali.

Sri mengatakan, Presiden Joko Widodo minta proses evaluasi dilakukan bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Bapak Presiden minta kepada kami untuk melakukan berbagai persiapan apabila langkah ini bisa betul-betul mendorong kita bisa meningkatkan dana yang ditempatkan di bank umum, terutama bank-bank umum yang sehat, yang memiliki kemampuan untuk mendorong sektor riil ke depan,” ujar Sri.

Di sisi lain, Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan bahwa pihaknya akan memastikan usaha kecil dan menengah (UKM) baik di pedesaan maupun perkotaan bergulir kembali.

Erick Thohir Klaim Penempatan Uang Negara pada Himbara merupakan ...

Menurut Erick, Presiden menekankan bahwa korporasi yang akan bergulir kembali harus memiliki rekam jejak yang baik dan merupakan industri padat karya.

“Khususnya untuk korporasi juga pasti itu menjadi bagian penting, asalkan sesuai dengan catatan Presiden tadi bahwa satu mempunyai track record yang baik di perbankan, dan yang kedua merupakan industri padat karya,” papar Erick.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *