Pemerintah RI: Wabah COVID-19 Akan Segera Berakhir!

  • Whatsapp
Pemerintah RI: Wabah COVID-19 Akan Segera Berakhir!

Garisatu.com – Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) mengatakan bahwa wabah corona COVID-19 kemungkinan sebentar lagi berakhir.

Muhadjir Effendy Minta Menag Terbitkan Fatwa 'Orang Miskin Nikah ...

Bacaan Lainnya

“Keadaan peta COVID-19 per 7 Mei ada kecenderungan angka kasus yang terjadi di Indonesia mengalami penurunan walaupun tidak terlalu drastis. Tingkat kesembuhan juga mengalami kenaikan,” ujar Muhadjir dalam konferensi video lewat saluran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (8/5).

Saksikan video berikut:

Hal ini karena kasus virus corona COVID-19 pada 7 Mei menurun secara signifikan.

“Oh iya, selalu optimistis, tapi ini kan tantangan bersama ini,” ujar Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan wabah COVID-19 di RI, Jumat (8/5/2020)

Tambah Achmad, ada harapan kurva penambahan kasus corona di Indonesia segera menurun karena tren penambahan kasus positif corona per harinya mulai melambat dan menunjukkan kurva yang mendatar.

“Kesimpulan kita sekarang adalah laju pertambahannya sudah relatif mendatar, melambat, bahasanya begitu. Kalau mendatar berarti kan tidak berubah. Nanti kalau menurun, makin sedikit, kan gitu terminologinya.” terang Achmad.

[irp posts=”5018″ name=”Usai Semprot Disinfektan, Warga Gorontalo Tewas!”]

“Penambahannya semakin sedikit, pasti grafiknya turun. Penambahannya tidak signifikan berubah, pasti mendatar. Kalau penambahannya semakin melambat berarti tanjakannya sudah tidak terlalu tinggi,” lanjut dia.

Ia mengimbau para masyarakat untuk tetap mematuhi kebijakan pemerintah serta prosedur kesehatan untuk cegah terinfeksi COVID-19 agar dapat memutus mata rantai penyebaran wabah.

Achmad terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga jarak, menggunakan masker, dan tidak bepergian atau mudik.

Pemerintah RI: Wabah COVID-19 Akan Segera Berakhir!
Grafik kasus COVID-19 di Indonesia, peningkatan menurun. Source: corona.jakarta.go.id

“Kurva itu dibuat dari perhitungan apa sih? Jumlah kasus positif yang baru kan? Ya berarti nanti supaya jumlah kasus positif yang baru nggak nambah, maka yang dilakukan apa? Ya ikuti anjuran pemerintah to.” tambah dia.

Tidak mudik, tidak anu, itu lah yang dilakukan, yang saya sampaikan setiap hari itulah yang dilakukan. Kalau itu dilakukan kan nggak ada kasus baru kan, penambahannya berkurang kan, ya grafiknya turun,” Achmad ingatkan.

Kendati begitu, menurutnya, Indonesia belum melewati puncak COVID-19 karena meski melambat, penambahan kasus masih terjadi.

“Indonesia loh ya, bukan pemerintah loh ya. Kalau ngomong Indonesia itu artinya dengan seluruh rakyatnya. Ya memang itu yang kita harapkan (wabah berakhir). Kalau nggak, ya, waduh, capek deh. Saya ini sudah ngomong hari ke-65 ini. Makanya kuncinya Indonesia, bukan pemerintah. Yang sakit kan bukan pemerintah, yang sakit rakyatnya,” ungkap Yuri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *