Pembunuhan Tragis Di Berastagi: Mayat Di Buang Di Jurang

  • Whatsapp
Pembunuhan Tragis Di Berastagi: Mayat Di Buang Di Jurang
Pembunuhan Tragis Di Berastagi: Mayat Di Buang Di Jurang

Garisatu.com – Pembunuhan tragis telah terjadi pembunuhan di Sumatera Utara. Korban yang bernama Jefri Wijaya ini dibunuh dan mauatnya dibuang ke jurang di Karo, Sumatera Utara. Polda Sumut telah mengamankan tujuh orang yang menjadi tersangka dibalik pembunuhan Jefri Wijaya.

Pembunuhan Tragis Di Berastagi

Pembunuhan Tragis Di Berastagi

Salah satunya adalah oknum anggota TNI Koptu S yang diduga terlibat sebagai pelaku. Koptu S kini sudah diamankan dan ditahan di Pomdam dan pemeriksaan masih dilakukan.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan Pangdam I/Bukit Barisan memerintahkan agar kasus pembunuhan tragis ini diusut tuntas. Koptu S terancam dipecat jika terbukti bersalah.

“Instruksi Pangdam, kalau sampai dia memang sampai harus di PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat), lakukan itu,” ucapnya.

Pembunuhan Tragis Di Berastagi

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Irwan Anwar dalam konferensi persnya di Mapolda Sumut, Rabu (23/9), kasus pembunuhan tragis ini berawal dari masalah hutang judi online sebesar Rp766 juta antara tersangka bernama Edy Siswanto dan Dani. Sementara itu, korban Jefri Wijaya atau Asiong diketahui menjadi penjamin dalam hutang piutang judi online tersebut.

Namun, karena Jefri tidak memberikan penyelesaian atas masalah tersebut, Edy kemudian memerintahkan Handy, yang juga merupakan tersangka untuk mencari keberadaan Jefri.

“Karena tidak tahu bagaimana membuat keluar Jefri, sehingga dipancing dengan transaksi penjualan mobil. Kebetulan Jefri pernah atau ada memposting tentang penjualan mobil,” jelas Irwan Anwar.

Pembunuhan Tragis Di Berastagi

Dari situ, keluarlah Jefri dengan membawa mobil untuk melakukan transaksi. Saat itu, transaksi pertama gagal dilakukan lantaran lokasi janjian ramai dan tidak memungkinkan. Sehingga mereka membuat rencana untuk melakukannya di hari berikutnya.

Di hari berikutnya ini, Jefri pun diculik. Dia dibawa keliling oleh para tersangka dan mereka sempat berganti mobil sebelum menuju lokasi untuk mengeksekusi korban.

“Itu tanggal 17 September, hari Kamis. Di salah satu tempat di wilayah Marelan. Ada 2 TKP di Marelan. Kemudian dinyatakan oleh salah satu dari mereka korban meninggal dunia,” ujarnya.

Tersangka pun panik atas meninggalnya korban. Para tersangka akhirnya menelepon Edy untuk memutuskan tempat pembuangan mayat korban, yang berakhir di buang di daerah Tanah Karo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *