Pelat Istimewa: RFS, RFP, RFD

  • Whatsapp
Pelat Istimewa: RFS, RFP, RFD
Pelat Istimewa: RFS, RFP, RFD

Garisatu.com – Kalian pasti tidak jarang melihat pelat istimewa atau pelat nomor polisi yang berujungkan tiga huruf ini yakni RFS, RFP, RFD, dan sebagainya yang mengombinasikan huruf R dan F terutama pada pelat nomor mobil.

Ternyata tidak hanya kebetulan dibuat, namun ada artinya lho. Mobil dengan pelat istimewa dengan nomor RF merupakan kendaraan pejabat negara, eselon II ke atas, hingga menteri.

Bacaan Lainnya

Pelat Istimewa: RFS, RFP, RFD

Pelat Istimewa

Bagi yang belum tahu, menurut penjelasan Kombes Pol Unggul Sedyantoro, Analis Kebijakan Madya Bidang Dikmas Korlantas Polri, itu adalah pelat nomor rahasia yang khusus atau bisa digunakan oleh salah satu instansi atau pejabat negara.

“Pelat istimewa dengan nomor rahasia itu tidak bisa digunakan oleh warga sipil,” kata Kombes Pol Unggul Sedyantoro.

Pelat Istimewa: RFS, RFP, RFD

“Sebab, ada peraturan khusus saat proses permohonannya ke Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat), sehingga hanya bisa digunakan oleh pejabat tertentu di suatu instansi pemerintah,” jelas Unggul saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Pelat nomor polisi dengan huruf RFS di belakang kode dari rahasia fasilitas sipil diperuntukkan bagi pejabat sipil. Tak hanya itu, kode RFD (darat), RFL (laut), RFU (udara), dan RFP (polisi) diperuntukkan bagi pejabat TNI dan Polri.

Namun banyak masyarakat yang menganggap bahwa kendaraan dengan pelat yang disebut diatas adalah pelat yang kebal tilang. Sebabnya, dalam beberapa kesempatan dan tak sengaja terekam, mobil bernopol RF jika melanggar aturan lalu lintas, petugas seolah mengabaikannya dan tak ditindak. Lalu apakah benar seperti itu?

Pelat Istimewa: RFS, RFP, RFD

Menjawab ini Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Martinus Aditya mengatakan sejatinya anggapan mobil berplat RF kebal hukum sama sekali tidak benar.

“Memang karena statusnya kendaraan dinas jadi saat petugas melakukan pemeriksaan dalam kepentingan dinas, ada prioritas. Jadi bukan kebal tilang tergantung objek kedinasannya. Semua warga negara sama di dalam hukum,” kata Martinus

“Hanya memang kendaraan ini dalam status melaksanakan tugas kedinasan ada prioritas,” katanya.

318188785

Tapi bukan berarti pelat nomor ini akan selau bebas tilang kapan saja. Mantan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya yang sekarang menjabat Direktur Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korlantas Polri, Kombes Pol Yusuf pernah mengatakan, jika kedapatan melanggar aturan lalu lintas dan sedang tidak berkaitan dengan kedinasan akan tetap ditindak.

“Tetap kena, semua kena kalau melanggar,” kata Yusuf beberapa waktu lalu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *