Pelaku Mutilasi Di Kalibata City Ditemukan

  • Whatsapp
Pelaku Mutilasi Di Kalibata City Ditemukan
Pelaku Mutilasi Di Kalibata City Ditemukan

Garisatu.com – Mayat berjenis kelamin laki laki yang bernama Rinaldi Wismanu (32), merupakan manajer HRD di sebuah perusahaan kontraktor PT JO di Jakarta. Rinaldi merupakan korban mutilasi yang mayatnya disimpan di apartemen Kalibata tower Ebony lantai 16. 

kronologi kasus mutilasi kalibata city dan sosok rinaldi harley wismanu jadi korban pembunuhan sadis

Mayat korban sudah dievakuasi pada hari Rabu, 16 September 2020 lalu ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Bacaan Lainnya

Korban yang merupakan HRD dari PT Jaya Obayashi di mutilasi menjadi 11 bagian oleh sepasang kekasih bernama Djumadil Al Fajri dan Laeli Atik Supriyatin. Sepasang kekasih ini di duga memutilasi korban dengan niat untuk menguasai harta bendanya. 

Pelaku Mutilasi

E3CCFD03 E02A 4B46 A6F2 527228611AE3

Pelaku mutilasi sendiri (Laeli) yang berumur 27 tahun ini merupakan alumni Universitas Indonesia fakultas MIPA angkatan 2012. 

Ia juga disebut sebagai alumni Geografi FMIPA angkatan 2012 dan pernah menjabat sebagai Ketua Pemira UI tahun 2014. 

Laeli juga sempat terlibat dalam kasus orang ketiga atas hubungan Djumadil al Fajri. Kasus ‘orang ketiga’ tersebut sempat menjadi trending twitter pada tahun 2019 dengan hashtag #AkuMensJanganSentuhAkuYa. 

Hal ini diunggah oleh pemilik akun twitter @bngdrnhfl. 

image 31

Dilansir dari Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan bahwa,

“Jadi untuk kronologis antara korban dan saudari LAS memang sudah lama mengenal, mereka kenal lewat aplikasi Tinder dan mereka beberapa kali bertemu dan korban meminta nomor WhatsApp,” tutur nya di Mapolda Metro Jaya Kamis 17 September 2020.

Kedekatan itu akhirnya berlanjut hingga janjian untuk bertemu di salah satu apartemen. Korban dan tersangka LAS kemudian masuk pada Sabty 9 September 2020.

364 wajah kedua tersangka mutilasi di apartemen kalibata city jakarta selatan

Namun, ternyata tersangka LAS sendiri dan tersangka Djumadil Al Fajri telah merencanakan pembunuhan terhadap korban.

Tersangka LAS dan DAF adalah sepasang kekasih. “Tanggal 9 September korban dan LAS masuk dan rupanya tersangka DAF sudah mendahului masuk. DAF sendiri sembunyi di kamar mandi,” tutur Nana Sudjana.

7da370979984d59c17b9d13420e25d1e

Di kamar tersebut korban dihabisi. “Korban dipukul 3 kali. Lalu ad penusukan terhadap korban 7 kali dan meninggal dunia,” ucap Nana.

Atas perbuatan mereka, kedua pelaku mutilasi sejoli ini dijerat Pasal 340 KUHP Tentang Pembunuhan Berencana, dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Polisi juga menjerat mereka dengan Pasal 338 KUHP Tentang Pembunuhan dan Pasal 365 KUHP Tentang Pencurian dengan Kekerasan. Pelaku mutilasi Djumadil juga dikabarkan mendapat luka tembakan di kedua kakinya karena berusaha melarikan diri saat ditangkap. Sedangkan Laeli disebut kooperatif saat diamankan. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *