‘Pangeran Tidur’ Yang Koma Selama 15 Tahun

  • Whatsapp
'Pangeran Tidur' Yang Koma Selama 15 Tahun
'Pangeran Tidur' Yang Koma Selama 15 Tahun

Garisatu.com – Pangeran tidur Al-Waleed bin Khalid Al-Saud yang merupakan putra tertua dari Pangeran Khalid, menderita cedera traumatis setelah kecelakaan lalu lintas, menyebabkan dia koma selama satu dekade. Ibunya adalah Putri Jazzi, putri almarhum Raja Saud bin Abdul Aziz al-Saud dari Arab Saudi. Seperti yang dikutip dari The Royal Forums

'Pangeran Tidur' Yang Koma Selama 15 Tahun

Pangeran Waleed bin Khaled dikenal sebagai ” Pangeran Tidur ” di Saudi. Diketahui dirinya mengalami koma dan menggunakan ventilator sejak 2005 setelah mengalami pendarahan otak akibat kecelakaan mobil saat di belajar di kampus militer.

Bacaan Lainnya

‘Pangeran Tidur’ Yang Koma Selama 15 Tahun

'Pangeran Tidur' Yang Koma Selama 15 Tahun

Namun ayahnya menolak menyerah dengan kondisi anaknya dan tetap memantau kondisinya dengan penuh harapan suatu hari dia akan siuman.

Setelah koma 15 tahun lamanya, Pangeran Al-Waleed kemudian memberi harapan untuk keluarganya. Seperti yang terlihat dalam sebuah video yang diunggah di media sosial. 

'Pangeran Tidur' Yang Koma Selama 15 Tahun

“Halo, hai,” kata seseorang tersebut kepada pangeran, memintanya mengangkat dua jarinya, seperti dikutip dari Alaraby, Rabu (21/10).

“Biarkan saya lihat, lebih tinggi, lebih tinggi,” ujarnya.

Pangeran tersebut kemudian mengikuti arahan perempuan tersebut, mengangkat jarinya lebih tinggi. 

'Pangeran Tidur' Yang Koma Selama 15 Tahun

Sebelumnya, pada tahun 2019, Pangeran Waleed bin Khaled juga sempat menggerakkan kepalanya. Hal ini di posting oleh sepupu Pangeran Waleed bin Khaled, Putri Rima binti Talal di Twitter.

Pangeran Khalid merupakan salah satu keluarga kerajaan yang dipenjara selama 11 bulan karena mengkritik tindakan keras elit kerajaan yang memenjarakan puluhan pangeran, pejabat, dan pengusaha di Hotel Ritz-Carlton Riyadh pada 2017. Dia juga sempat ditahan lagi sebentar tahun berikutnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *