Operasional LRT, MRT dan TransJakarta Dibatasi

  • Whatsapp
Jakarta: 603 Kasus Positif Corona, 62 Meninggal
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Garisatu.com – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, mengumumkan bahwa Pemprov akan membatasi jam operasional transportasi umum di Jakarta yaitu MRT, LRT, dan TransJakarta.

Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19 lebih lanjut, dan pembatasan ini berlaku mulai dari Senin (16/3).

“Kita menyampaikan bahwa layanan kendaraan umum akan mengalami perubahan. Kita menurunkan secara ekstrem kapasitas pelayanan,” jelas Pak Anies di Balai Kota, DKI Jakarta, Minggu (15/3).

Bacaan Lainnya

Untuk MRT, biasanya rute tersedia setiap 5-10 menit, tapi kini hanya akan tersedia setiap 10 menit. Lalu, MRT yang biasanya tersedia 16 gerbong, sekarang cuma akan ada 3 hingga 4 gerbong.

“LRT juga semula tiap 10 menit, menjadi 30 menit. Waktu operasi semula dari jam 5 pagi hingga 11 malam menjadi jam 6 pagi hingga jam 6 sore,” kata Pak Anies.

Sementara pembatasan yang diadakan untuk TransJakarta, Pak Anies memutuskan untuk hanya menjalani 13 rute dari yang biasanya 248 rute.

“Keberangkatan juga setiap 20 menit. Jam operasi TransJakarta tadinya 24 jam, kini dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore,” ucap dia.

Lanjut Pak Anies menjelaskan, jumlah orang yang ada di stasiun MRT serta halte TransJakarta akan dibatasi jumlahnya untuk mengurangi banyaknya orang berkumpul bersamaan dalam satu ruangan.

Contohnya, misal gerbong MRT yang biasanya ada 300 orang, maka akan dibatasi menjadi hanya 60 orang yang boleh berada disana.

“Tujuannya untuk mengurangi potensi interaksi,” jelas Pak Anies.

Pembatasan ini diputuskan setelah Minggu siang ketika Presiden Jokowi meminta seluruh pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk menentukan status daerah yang dipegang secepatnya.

Status ini ditetapkan karena penyebaran virus corona COVID-19 yang telah mewabah secara global.

“Terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana untuk menentukan status daerahnya, apakah siaga darurat atau tanggap bencana darurat non alam,” tegas Pak Jokowi di Istana Presiden, Jakarta, Minggu (15/3).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *