Omnibus Law: Rangkaian Demo Terkait

  • Whatsapp
Omnibus Law: Rangkaian Demo Terkait
Omnibus Law: Rangkaian Demo Terkait

Garisatu.com – Omnibus law resmi disahkan pada Senin 5 Oktober 2020 lalu, mulai dari sebelum pengesahan tersebut, sudah banyak pihak yang tidak menyetujui RUU Cipta Kerja tersebut. Mulai dari para buruh yang melakukan aksi mogok kerja hingga demo besar besaran. 

Omnibus Law: Rangkaian Demo Terkait

Kini tak hanya buruh, mahasiswa pun ikut turun untuk menuntut keadilan usai DPR RI mengesahkan UU Cipta Kerja Omnibus Law. Demonstrasi ini digelar sejak Selasa (6/10) kemarin di berbagai daerah Indonesia. 

Bacaan Lainnya

Demo Terkait Omnibus Law

Sayangnya beberapa aksi massa berakhir ricuh, seperti yang terjadi di kawasan industri PT Indomarco Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi ini. Tak hanya digelar dengan penerapan protokol kesehatan COVID-19 yang minim, demonstrasi bahkan berlangsung ricuh.

Omnibus Law: Rangkaian Demo Terkait

Kericuhan di lapangan pun tak main-main, sebab polisi sampai menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Tak hanya itu, terekam pula kericuhan sampai massa beradu pukulan dengan pihak kepolisian yang bertugas.

Omnibus Law: Rangkaian Demo Terkait

Kumpulan mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Semarang juga menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jateng, Rabu (7/10/2020). Selain meneriakkan orasi, mereka membawa spanduk dan poster berisikan sejumlah tuntutan. Mereka menuntut agar UU Omnibus Law Cipta Kerja dicabut.

Omnibus Law: Rangkaian Demo Terkait

Massa juga mendesak untuk bertemu anggota DPRD Jateng agar suara mereka dapat didengar dan disampaikan kepada pimpinan partai di pusat.

Demonstrasi ribuan mahasiswa di depan Gedung DPRD Lampung juga berujung ricuh pada Rabu (7/10/2020). Kerusuhan dari massa yang menolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Omnibus Law: Rangkaian Demo Terkait

Berdasarkan pantauan di lokasi, ada belasan mahasiswa yang terluka setelah polisi menahan massa yang mencoba masuk ke dalam Gedung DPRD Lampung. Sejumlah aparat Dalmas Polda Lampung juga mengalami luka akibat lemparan batu dari arah massa yang berdemo.

Disisi lain, ribuan buruh memblokade akses Kota Tangerang menuju Jakarta Barat, Rabu (7/10/2020) dalam hari ketiga aksi protes dan mogok kerja yang terjadi di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang. Polisi mencegat aksi buruh yang konvoi dan hendak menuju Jakarta.

Omnibus Law: Rangkaian Demo Terkait

Berdasarkan pantauan, konvoi massa buruh itu menggunakan sepeda motor dan mobil komando. Mereka yang mengenakan atribut berbagai serikat buruh itu memadati ruas Jalan Daan Mogot, konvoi mendapat pengawasan ketat dari aparat.

Aparat bahkan membentuk blokade di perbatasan Tangerang dengan Jakarta. Blokade dibuat agar para buruh tidak merangsek masuk menuju Jakarta. Para buruh menyebut puncak aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja ini dilakukan pada Kamis (8/10/2020).

Omnibus Law: Rangkaian Demo Terkait

“Harapannya besok sesuai pemberitahuan yang kami layangkan ke Mabes Polri tujuan aksi kami ke DPR,” ujar orator.

Menurut buruh, massa tidak berniat bentrok dengan aparat Kepolisan maupun TNI. Massa turun ke jalan hanya ingin memperjuangkan hak-haknya yang didegradasi akibat pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Omnibus Law: Rangkaian Demo Terkait

“Besok kami tidak dipaksa untuk berbenturan dengan aparat karena kami murni memperjuangkan hak kami. Tidak ada aksi kami ini ditunggangi,” katanya. 

Wakapolres Metro Tangerang, AKBP Yudhistira mengaku, aparat di lapangan memang mencegah agar ribuan buruh tersebut tidak sampai ke Jakarta.

Omnibus Law: Rangkaian Demo Terkait

Yudhistira pun memastikan, bila semua kerumunan buruh yang akan berunjuk rasa ke Jakarta, langsung dicegah di berbagai titik. Pasukan TNI dan Polri selain di kawasan industri Batuceper, juga disebar di Jatiuwung, Cipondoh dan pintu masuk Kebon Nanas.

“Hari ini di Tangerang semua titik hendak menuju Jakarta, untuk unjuk rasa kita sekat. Kekuatan kita Polres dibantu dengan TNI, dari batalion ditambah dengan brimob kurang lebih sekitar 1000 pasukan,” katanya. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *