New Normal Life: Jokowi Minta Masyarakat Damai Dengan COVID-19!

  • Whatsapp
New Normal Life: Jokowi Minta Masyarakat Damai Dengan COVID-19!

Garisatu.com – Masih belum terlihat akhir dari pandemi COVID-19, penambahan kasus terus terjadi di seluruh dunia. Vaksin corona masih dalam tahap pengembangan. Semua orang harus menjalani ‘New Normal Life’.

Kendati begitu, akan mulai dilakukan pelonggaran social distancing, tentu dengan peraturan tertentu, yakni menaati protokol-protokol kesehatan untuk laju menekan penyebaran virus corona.

Bacaan Lainnya

[irp posts=”4979″ name=”Riset Data 9 Mei: Pria Lebih Rentan Terinfeksi Corona!”]

Misalnya, Korea Selatan perlahan membuka kembali gedung-gedung perkantoran dan fasilitas publik. Secara bertahap, sekolah-sekolah juga akan dibuka.

Tidak hanya Korsel, Thailand pun mulai melonggarkan aturan social distancingnya. Pedagang kecil, ritel, dan restoran diperbolehkan untuk membuka kembali usahanya.

Pandemi COVID-19 sungguh telah mengubah kebiasaan hidup manusia. Kini mengenakan masker adalah hal yang wajib, restoran harus membatasi jarak serta jumlah pengunjung, dan sebagainya.

How effective is social distancing in fighting COVID-19?

Maka itu, muncul lah sebuah sebutan ‘New Normal Life’.

Apa artinya ‘New Normal Life’? Menormalisasikan cara hidup baru agar dapat tetap beraktivitas meski berdampingan dengan virus corona COVID-19.

New normal life adalah bagian dari exit strategy setiap negara dalam menghadapai pandemi corona. Test, tracing, treat, dan isolate, sebuah strategi utama yang disarankan WHO.

Seperti yang diajak Presiden RI Joko Widodo kepada warganya, berdamailah dengan wabah corona. Pak Jokowi mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya keras dan berharap puncak pandemi COVID-19 akan segera menurun.

[irp posts=”4964″ name=”Penjelasan Istana: ‘Jokowi Ajak Masyarakat Hidup Berdamai Dengan Corona’”]

Pak Jokowi mengimbau seluruh masyarakat RI tetap mengikuti protokol kesehatan selama pandemi masih ada.

“Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan,” tutur dia di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Kamis (7/5/2020).

 

Dicky Budiman: new normal life adalah salah satu strategi melawan COVID-19.

“Pembatasan jumlah kerumunan, batasan jarak, keharusan memakai masker di manapun dan bisa dilakukan skrining suhu di tiap kantor atau mall atau sekolah,” ungkap epidemiolog dari Griffith University Australia itu.

Lanjut dia, kecuali sangat penting, perjalanan dinas dan pribadi harus dibatasi. Anak-anak yang sakit batuk atau flu dilarang masuk sekolah, lalu pegawai flu dilarang hadir di kantor.

[irp posts=”4871″ name=”Akibat Corona: Penerbangan Gagal Untung Rp4.710 Trilliun”]

How Fast-Casual Restaurants Can Help During Covid-19 – Adweek

Dicky menilai new normal life memiliki perbedaan yang signifikan dalam perhatian lebih pada kesehatan individu dan komunitas. Maka itu, kegiatan perkumpulan sosial harus ditekan seminimal mungkin. Moda transportasi juga harus disesuaikan.

“Di transportasi publik, diatur jumlah penumpang per kendaraan (bus atau busway) atau di gerbong kereta api juga wajib diatur,” terang dia.

[irp posts=”5031″ name=”Gugas: Warga di Bawah 45 Tahun Boleh Aktivitas Luar Rumah!”]

Posisi duduk atau berdiri setiap individu di transportasi publik harus diatir, dan setiap orang harus diukur suhu. Transportasi publik juga wajib dibersihkan dengan disinfektan setiap hari.

Dicky rasa pemerintah perlu menerapkan aturan serta mengedukasi new normal life kepada masyarakat selama vaksin COVID-19 belum ditemukan. “Semua new normal life ini harus diedukasi ke masyarakat. Apalagi untuk Indonesia harus mulai dibiasakan,” tegas dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *