Mutasi Virus COVID-19 Dapat Pengaruhi Keampuhan Vaksin

  • Whatsapp
Mutasi Virus COVID-19 Dapat Pengaruhi Keampuhan Vaksin

Garisatu.com – Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain (LIPI) Wien Kusharyoto mengungkapkan bahwa jika terjadi perubahan pada protein atau enzim yang ditargetkan oleh obat dan vaksin, mutasi virus corona SARS-CoV-2 akan mengurangi efektivitas.

Namun Wien mengatakan bahwa hingga saat ini mutasi virus corona yang terjadi belum sampai mengubah protein spike virus tersebut.

Bacaan Lainnya

“Vaksin dapat berkurang aktivitasnya apabila pada virus terjadi jumlah mutasi yang signifikan,” terang Wien kepada CNNIndonesia.com, Kamis (3/4).

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menyebut virus corona SARS-CoV-2 dengan varian strain mutasi D614G yang diketahui 10 kali lebih menular ternyata tidak lebih ganas dan berbahaya.

Lanjut ia mengatakan, virus mutasi ini sudah mendominasi virus corona yang menjadi pandemi dunia saat ini. Dengan begitu, virus yang bermutasi ini disebut tidak lebih ganas dan berbahaya.

Tidak hanya itu, namun juga tidak ada bukti bahwa mutasi virus ini tidak akan mengganggu upaya menciptakan vaksin.

Hal tersebut karena mutasi ini tidak menyebabkan perubahan struktur maupun fungsi RBD yang merupakan bagian dari virus spike yang jadi target vaksin.

Kemudian Wien menuturkan hanya mutasi yang signifikan dengan mengubah protein membuat antibodi yang terbentuk.

Hal tersebut dikarenakan oleh vaksinasi dengan vaksin tidak mampu lagi menetralisir virusnya sebagaimana sepatutnya.

Hingga saat ini menurutnya mutasi-mutasi pada virus SARS-CoV-2, terutama pada protein Spike masih jarang terjadi.

“Dan lokasi mutasi tersebut kemungkinan besar tidak berpengaruh terhadap efektifitas vaksin,” jelas dia.

Beberapa mutasi virus memang bisa mengurangi hingga menghilangan efektifitas obat antivirus, kata Wien.

Diikuti dengan contoh, antibiotika isoniazid dapat berkurang atau hilang efektivitasnya dalam penanganan tuberkulosis akibat mutasi pada enzim katalase-peroksidase KatG pada Mycobacterium tuberculosis.

“Pada kasus antibiotika, berkurangnya efektivitas dapat pula terjadi, apabila antibiotika tersebut didegradasi oleh enzim lain yang diproduksi oleh bakteri targetnya, misalnya amoksilin dapat didegradasi oleh enzim beta-laktamase,” terang Wien.

Mutasi asam amino pada virus dapat mempengaruhi terjadinya perubahan pola glikosilasi pada permukaan virus, seperti pada HIV yang mengakibatkan netralisasi virus oleh antibodi dapat terganggu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *