Viral! Modus Riset Bungkus Kain Jarik Mahasiswa Jadi Korban Pelecehan Seksual

  • Whatsapp
Modus Riset Bungkus Kain Jarik Mahasiswa Jadi Korban Pelecehan Seksual

Garisatu.com – Netizen dihebohkan dengan kisah seorang mahasiswa yang disebut dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jatim, yang menjadi pelaku pemerkosaan dengan kedok riset bungkus kain batik (jarik) mirip pocong. Informasi itu diceritakan korban melalui akun media sosialnya hingga menjadi viral.

Riset Menggunakan Kain Jarik Dijadikan Modus

Viral! Modus Riset Bungkus Kain Jarik Mahasiswa Jadi Korban Pelecehan Seksual
Foto: Tangkapan layar Twitter @m_fikris

Korban mengatakan, awalnya ia diajak pelaku yang mengaku sebagai mahasiswa Unair Angkatan 2015 untuk membantu penelitiannya dengan bungkus-membungkus. Pelaku menghubungi melalui Instagram hingga WhatsApp untuk berpartisipasi dalam riset skripsi tersebut.

Bacaan Lainnya

Korban sudah curiga dengan riset itu. Ia mencoba meminta penjelasan soal penelitian itu. Akan tetapi, pelaku tidak secara tegas memberikan latar belakang dan durasi pengerjaan penelitian.

Melalui riwayat percakapannya di WhatsApp, pelaku mengaku sedang membuat riset tulisan yang berhubungan dengan prosa bergenre psikologi-thriller. Dengan jalan cerita, seorang remaja mendapati dirinya dalam keadaan dibungkus dan dibuat tertekan.

Lebih lanjut, pelaku ingin memperhatikan kondisi emosional seseorang dalam keadaan dibungkus. Untuk itu, ia butuh model untuk mengamati kondisi model tersebut yang nantinya dituangkan ke dalam tulisan.

Dalam video yang beredar, tubuh korban diikat dengan lakban berwarna hitam. Lalu, korban dibungkus dengan kain bermotif batik (jarik) mirip dengan pocong selama tiga jam. Terlihat tali rafia berwarna hitam dalam bungkusan itu.

Selain korban pertama, ada lagi cuitan pengguna Twitter yang mengaku menjadi korban mahasiswa Unair tersebut. Dia mengatakan pelaku melakukan modus yang sama dengan kedok riset tubuh dibungkus kain jarik dan diikat.

Korban yang berjenis kelamin laki-laki ini diajak ke kosan pelaku, lalu diminta untuk melepas seluruh pakaiannya. Setelah itu, tubuhnya ditutupi dengan kain jarik dan diikat seperti pocong. Mulutnya juga dilakban.

Setelah dibungkus hingga beberapa jam, korban mengaku sesak dan meminta agar ikatannya dibuka, namun ditolak pelaku. Korban mengaku tubuhnya diraba-raba hingga akhirnya terjadi peristiwa pelecehan seksual dan menimbulkan trauma hingga berbulan-bulan.

Viral! Modus Riset Bungkus Kain Jarik Mahasiswa Jadi Korban Pelecehan Seksual
Foto: Tangkapan layar twitter @m_fikris

Menanggapi hal itu, Ketua Pusat Informasi dan Kehumasan Unair, Suko Widodo membenarkan jika G merupakan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair.

“Intinya adalah pertama bahwa mahasiswa itu benar adanya. Yang bersangkutan itu ada catatannya dia semester 10,” kata Suko, Kamis (30/7).

Suko mengungkapkan, jika belum pernah ada laporan terkait adanya dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh mahasiswanya. Bahkan pihaknya baru mengetahui kasus tersebut dari media sosial yang beredar.

“Belum pernah ada yang melapor. Jadi pihak FIB baru tahu juga dari informasi di medsos. Dari informasi itu, dilanjutkan ke pelacakan tapi belum bisa dihubungi. Apabila dalam pelacakan benar adanya, maka pihak fakultas akan mengambil tindakan dan menyerahkan ke pihak yang berwenang,” ungkap Suko.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan tindakan pendisiplinan akademis jika G terbukti bersalah.

“Nanti diverifikasi, pasti ada tindakan tegas bahkan mungkin bisa dilakukan maksimal bisa dipecat atau apa. Tentu akan kita lacak dan verifikasi kebenarannya. Sekarang dewan etik sedang mengumpulkan fakta-fakta itu. Tapi keputusan sementara mereka sudah punya catatatan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *