Minimarket Mulai Memboikot Produk Dari Perancis

  • Whatsapp
Minimarket Mulai Memboikot Produk Dari Perancis
Minimarket Mulai Memboikot Produk Dari Perancis

Garisatu.com – Kontroversi yang muncul diakibatkan dari pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron terkait “kebebasan berekspresi” tentang penerbitab karikatur Nabi Muhammad SAW memicu reaksi dari umat Muslim diberbagai negara. 

Minimarket Mulai Memboikot Produk Dari Perancis

Mayoritas umat Muslim tidak setuju dengan pernyataan dari Presiden Macron tersebut.  Akibat hal tersebut, banyak pihak mulai memboikot produk asal Prancis. Mulai dari dunia fashion, hingga kini minimarket pun ikut memboikot produk yang berasal dari Perancis. 

Bacaan Lainnya

Boikot produk Prancis terlihat dalam rangkaian foto dan video yang beredar dimedia sosial, menunjukkan ada pemasangan lakban menyerupai huruf X di display sebuah minimarket.

Minimarket Mulai Memboikot Produk Dari Perancis

Minimarket Mulai Memboikot Produk Dari Perancis

Tampak foto produk susu, pembersih wajah, dan minuman kemasan yang ditempeli dengan kertas bertulisan kata ‘Boikot’.

Kabar itu disampaikan situs RRI.co.id, di mana ada aksi boikot produk Prancis di sebuah minimarket.

Boikot produk Prancis tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @makassar_iinfo pada Sabtu, 31 Oktober 2020. 

Minimarket Mulai Memboikot Produk Dari Perancis

“Mohon maaf sementara produk ini tidak kami jual. Boikot produk Prancis. Kami cinta Rasulullah. Boikot produk Prancis,” demikian bunyi tulisan lainnya, yang terpantau dari video.

Sementara itu, pada 30 Oktober 2020, seruan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk boikot dilancarkan seiring Presiden Emmanuel Macron yang masih bersikeras tidak meminta maaf kepada umat Islam.

Minimarket Mulai Memboikot Produk Dari Perancis

“Memboikot semua produk yang berasal dari negara Prancis serta mendesak kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan tekanan dan peringatan keras kepada Pemerintah Prancis,” kata Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi.

Junaidi meminta Pemerintah Indonesia untuk sementara waktu menarik Duta Besar Indonesia di Paris, Prancis, hingga Presiden Macron menarik ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam seluruh dunia yang melontarkan pernyataan bernada “Islamophobia”.

Minimarket Mulai Memboikot Produk Dari Perancis

Junaidi mengatakan umat Islam tidak ingin mencari musuh tetapi hanya ingin hidup berdampingan secara damai dan harmonis.

Waketum MUI itu juga meminta Presiden Prancis segera menghentikan segala tindakan penghinaan dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW, terlebih Komisi HAM PBB menyebut penghinaan terhadap Rasulullah bukanlah bentuk kebebasan berekspresi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *