Menggunakan Fitur Cruise Control Di Saat Yang Tepat

  • Whatsapp
Gunakan Fitur Cruise Control Di Saat Yang Tepat

Garisatu.com – Fitur pada sebuah mobil menjadi poin penting yang menjadi pertimbangan konsumen. Salah satu fitur yang sudah banyak disematkan oleh produsen otomotif adalah Cruise Control.

Gunakan Fitur Cruise Control Di Saat Yang Tepat

Gunakan Fitur Cruise Control Di Saat Yang Tepat

Berkat fitur Cruise Control pengemudi bisa melajukan mobilnya tanpa harus menginjak pedal gas. Namun ada batas ketentuan kecepatan maksimal dan minimal untuk mengaktifkan fitur tersebut.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, seperti dikutip dari Mitsubishi Indonesia, satu hal yang wajib diingat adalah fitur ini tidak boleh digunakan saat kondisi hujan deras, karena ketika menerabas genangan air mobil berpotensi selip dan membahayakan.

Selain itu Cruise Control awalnya diperuntukkan bagi kendaraan di negara-negara yang memiliki tingkat kepatuhan lalu lintas terhadap pembatasan kecepatan. Karena dapat membuat irama kendaraan di satu jalan mencapai kecepatan yang sama.

Fitur ini mampu membantu pengemudi untuk relaksasi kaki sejenak dengan tidak menginjak pedal gas. Tapi ada batas kecepatan minimum yang harus dipatuhi dalam menyalakan cruise control ini.

Secara umum, kecepatan minimum yang harus diraih untuk mengaktifkan cruise control adalah 60 km/jam. Meskipun fitur ini sebenarnya bisa aktif di kecepatan 40 km/jam, tapi batas kecepatan minimum di jalan tol Indonesia ada di 60 km/jam.

Pada saat kendaraan mencapai kecepatan minimum tersebut, Anda hanya perlu menekan tombol Cruise Control sembari menekan tombol SET untuk mengaktifkannya.

Gunakan Fitur Cruise Control Di Saat Yang Tepat

Jika sudah ditekan, fitur ini akan langsung aktif dan mobil akan melaju otomatis. Hal inilah yang membuat fitur ini efektif digunakan di jalur bebas hambatan dan kondisi lengang. Untuk menonaktifkannya cukup dengan menekan tombol SET lagi atau menginjak pedal rem saja dan seketika kontrol kecepatan mobil kembali kepada kaki kanan pengemudi.

Sensor yang menggunakan teknologi laser ini membuat mobil mampu mendeteksi jarak dengan kendaraan lain yang berada di depan. Mobil akan mengerem ketika jarak mobil sudah terlalu dekat sehingga Anda dapat siap berhenti.

Sebaliknya juga begitu, ketika mobil mendeteksi jarak yang terlalu jauh dengan kendaraan depannya, mobil akan menambah kecepatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *