Mengenal Istilah Beauty Sick, Bisa Menyebabkan Gangguan Mental

  • Whatsapp
Mengenal Istilah Beauty Sick, Bisa Menyebabkan Gangguan Mental
Mengenal Istilah Beauty Sick, Bisa Menyebabkan Gangguan Mental

Garisatu.com – Kamu pernah mendengar istilah beauty sick atau beauty sickness? istilah beauty sick menjadi popular semenjak buku tersebut rilis pada 18 April 2017, diterbitkan oleh HarperCollins. Buku ini erupakan buku yang ditulis oleh Renee Engeln, seorang dosen pengajar ilmu psiklologi di Northwestern University Amerika Serikat.

Beauty sick sendiri terdiri dari 2 kata yakni beauty yang artinya cantik dan sick yang artinya sakit (penyakit). bisa disimpulkan dari 2 kata ini bahwa beauty sick merupakan istilah yang digunakan bagi seseorang yang terlalu obsesi dengan kecantikan, yang saat ini, menurut Renee, sudah menjadi budaya di masyarakat. 

Bacaan Lainnya
Mengenal Istilah Beauty Sick, Bisa Menyebabkan Gangguan Mental

Beauty sickness ini bisa tergolong kedalam penyakit psikologis. Sudah sejak lama banyak wanita yang ingin menjadi cantik atau terobsesi dengan kecantikan karena indsutri kecantikan yang membelokkan persepsi mereka tentang ‘cantik’ dan mengaitkannya dengan ‘tubuh’ mereka itu sendiri.

Bahkan saat ini, budaya ‘beauty sick’ ini sudah mengalami ekskalasi sampai dengan tahap penyakit yang secara luas menjangkiti masyarakat. 

Mengenal Istilah Beauty Sick, Bisa Menyebabkan Gangguan Mental

Dalam riset yang dilakukan oleh Renee Engeln, ia menemukan bahwa 82% wanita usia mahasiswi merasa tidak puas dengan tubuhnya karena selalu membanding bandingkannya dengan tubuh orang lain, baik membandingkannya dengan model, artis, atau siapapun yang dirasa memiliki bentuk tubuh yang lebih bagus.

Dan 70% perempuan muda bahkan percaya bahwa mereka akan diperlakukan dengan baik jika mereka memilik bentuk tubuh yang bagus layaknya model. 

Mengenal Istilah Beauty Sick, Bisa Menyebabkan Gangguan Mental

Jika kamu termasuk salah satu orang yang tidak bisa lepas dari cermin dan selalu mengkhawatirkan setiap inci tubuh kamu, ini bisa menjadi tanda atau gejala dari beauty sickness ini. Kamu begitu khawatir dengan bentuk badan kamu sehingga kamu tidak bisa tenang dan menikmati hidup, tidak menutup kemungkinan juga kamu akan mengabaikan kemungkinan kemungkinan atau peluang yang baik bagi hidup kamu. 

Beauty sick bahkan bisa memicu seseorang untuk melakukan hal hal yang tidak wajar atau tidak masuk akal demi memenuhi standar kecantikan. Salah seorang psikolog anak, remaja, dan keluarga, Ayoe Sutomo, M.Psi, juga mengungkap lebih lanjut soal fenomena beauty sick ini. 

Ia memberi contoh misalkan seseorang yang memiliki penghasilan seberapa, kemudian rela melakukan berbagai macam treatment yang sangat tidak masuk akal demi mengejar standar kecantikan itu. Dimana standar kecantikan akan terus bertambah dan bertambah hingga pada akhirnya, standar kecantikan itu tidak bisa kamu gapai semuanya.

Mengenal Istilah Beauty Sick, Bisa Menyebabkan Gangguan Mental

Hal ini menjadi tidak masuk akal dan menurut Ayoe, ini akan berpengaruh pada kondisi psikologis orang tersebut. Bahkan terkadang bisa juga berpengaruh pada kondisi fisiknya atau tubuhnya seperti dengan melakukan diet super ketat demi mengejar angka timbangan yang ideal.

Mengenal Istilah Beauty Sick, Bisa Menyebabkan Gangguan Mental 

Selain itu, fenomena beauty sick ini bisa memicu adanya gangguan mental yang disebut dengan body dysmorphia disorder. 

Ayoe menjelaskan body dysmorphia disorder merupakan kondisi dimana seseorang begitu focus dan terpaku pada penampilanya, sehingga jika ada ‘cacat’ sedikit, ia akan langsung membenarkan atau memperbaiki kecacatan itu.

Mengenal Istilah Beauty Sick, Bisa Menyebabkan Gangguan Mental

Biasanya orang dengan gangguan ini akan merasa cemas dan cemas yang berlebihan. Dia hanya akan focus pada kelemahan kelemahan yang ada pada dirinnya, secara fisik. 

Adanya fenomena beauty sick ini juga bisa terjadi karena adanya tekanan dari lingkungan tentang standar kecantikan. Namun, yang membuat beberapa individu begitu terobsesi dengan ‘kecantikan; bisa berasal dari dalam diri sendiri. 

“Bisa terjadi karna memang ada kesalahan konsep pada saat proses pengasuhan mereka kecilnya, sehingga kemudian menganggap dirinya, menilai dirinya, oh yang berharga itu adalah yang menyesuaikan dengan standar ini.

Atau pernah punya pengalamanan tertentu dengan konsep tubuh yang diterima adalah yang cantik. Jadi, kalo ditanya penyebabnya apa, itu sebetulnya penyebabnya multifactorial,” jelas Ayoe.

Mengenal Istilah Beauty Sick, Bisa Menyebabkan Gangguan Mental

Banyak yang berasumsi bahwa cantik harus putih, cantik harus kurus, cantik harus memiliki wajah mulus, dan sebagaina. Padahal, tidak ada standar tertentu dalam menentukan kecantikan seseorang.

Namun mindset seperti ini susah diubah sebab banyak masyarakat yang sudah menanamkan ‘standar kecantikan’ di otak mereka. Dan inilah yang harus diubah dalam pola pikir baik individu ataupun masyarakat. bahwa cantik bukan hanya sekedqar penampilan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *