Di Pulau Milik Australia Ini Sudah Tidak Lagi Membuang Mobil Bekas Ke Laut

  • Whatsapp
Membuang Mobkas Ke Laut Sudah Tidak Dilakukan Dipulau ini

Garisatu.com – Penduduk pulau Norfolk Island, wilayah Australia di Pasifik Selatan, kini terlibat perdebatan sengit soal bagaimana mengelola mobil bekas, yang sudah dianggap sampah dan membuangnya.

Sebagian menghendaki praktek membakar mobil bekas dan membuang kerangkanya ke laut tetap diteruskan. Namun yang lain menyarankan agar sampah besi tua ini dikembalikan ke Australia.

Bacaan Lainnya

Pulau itu terletak 1.412 kilometer dari Australia. Selama beberapa dekade, membakar mobil bekas dan membuangnya ke laut merupakan kebijakan resmi.

Di sana juga tidak ada layanan pengambilan sampah rumah tangga. Pasalnya, hingga tahun 2016, penduduk Norfolk menjalankan pemerintahan sendiri dengan mengandalkan pajak penghasilan dari sekitar 1.750 penduduknya.

Mengelola Sampah, Tidak Membuang Sampah

Di Pulau Milik Australia Ini Sudah Tidak Lagi Membuang Mobil Bekas Ke Laut 2
Walikota Norfolk Island Robin Adams menyatakan pihaknya telah berusaha keras menerapkan sistem pengolahan sampah yang baik.

Menurut Walikota Robin Adams, karena masalah biaya, model pengolahan sampah di sana dilakukan dengan cara pembakaran dan sisa-sisanya dibuang ke laut.

Walikota Norfolk Island Robin Adams menyatakan pihaknya telah berusaha keras menerapkan sistem pengolahan sampah yang baik. Saat ini sudah terbentuk Pemerintah kota Norfolk Island yang di beri tanggung jawab untuk mengurus jalan raya, pajak dan sampah.

Sejak menjalankan tugasnya, Pemkot mengembalikan agenda menjaga lingkungan dan berhasil mengurangi 70 persen dari membuangan sampah ke laut.

Sampah aluminium misalnya, sekarang dikirim ke luar pulau. Sampah kaca dihancurkan untuk digunakan kembali. Ada juga sistem kompos yang kini sedang dibangun.

Di Pulau Milik Australia Ini Sudah Tidak Lagi Membuang Mobil Bekas Ke Laut 3 1
Lotta Jackson “Kita harus memastikan keindahan pulau ini selama mungkin”

“Kita harus memastikan keindahan pulau ini selama mungkin,” ujar Lotta Jackson dari Pemkot setempat. Pemkot telah membeli peralatan untuk menghancurkan mobil bekas dan mengirimnya ke daratan Australia.

Namun hal ini terkendala pengapalan, sehingga perlatan itu tidak berfungsi selama berbulan-bulan. Jackson mengatakan dirinya kini fokus menjadikan Norfolk sebagai pulau kecil terbaik di dunia.

Ratusan mobil bekas kini menumpuk di pulau Norfolk Island yang luasnya hanya 34 km persegi. Keputusan Pemkot Norfolk untuk menghentikan praktik membuangan mobil ke laut tidak didukung oleh semua penduduk.

Salah satunya bernama Jim Taverner. “Buang mobil-mobil itu di laut, biarkan terurai dan membentuk terumbu bagi ikan-ikan dengan biaya sangat murah,” katanya. Dia melihat pulau ini sudah penuh dengan mobil bekas. Hal itu, katanya, justru akan merusak reputasi industri utama, yaitu pariwisata.

Di Pulau Milik Australia Ini Sudah Tidak Lagi Membuang Mobil Bekas Ke Laut 6
Headstone Point tempat dimana mobil bekas dibakar sebelum dibuang kelaut

“Pulau Norfolk sangat indah tetapi begitu tiba di bandara hal pertama yang kita lihat dari jendela pesawat adalah tumpukan mobil,” katanya. Menurut Taverner, biaya dan logistik untuk mengekspor limbah mobil tidak masuk akal.

“Jika Anda punya mobil dan semuanya hancur, itu akan memiliki ujung yang tajam. Ini tidak akan seperti mengangkut es batu,” kata Taverner. Karena Norfolk tidak memiliki pelabuhan, pasokan barang-barang dialihkan ke dermaga dengan kapal tradisional.

Kondisi laut yang ganas seringkali menjadi kendala kapal kargo, dan menurut Taverner, semua kargo juga harus melalui Selandia Baru. “Apakah Australia menginginkan limbah kita? Sama sekali tidak,” ujarnya. Penduduk pulau Norfolk Island sudah terbiasa membakar sampah sebelum membuang sisa-sisanya ke laut.

Di Pulau Milik Australia Ini Sudah Tidak Lagi Membuang Mobil Bekas Ke Laut 7
Banyak warga yang membakar sampah rumah tangganya di rumahnya sendiri

Sudah jadi pemadangan sehari-hari jika di pulau itu terlihat adanya asap dari pekarangan rumah warga. Bahkan, empat hari seminggu, asap pembakaran sampah di Headstone Point selalu terlihat jelas. Di situlah Pemerintah kota Norfolk membakar sampah rumah tangga termasuk kertas, kardus, dan plastik.

Meskipun kini mereka tak membakar mobil bekas, namun sisa-sisa pembakaran itu masih tetap dibuang ke laut. Sejumlah warga mengeluhkan kondisi perekonomian di pulau ini yang tidak bersahabat sejak satu dekade terakhir.

Banyak usaha yang tutup dan yang masih bukan pun tampak sepi dari pembeli. Namun ada salah satu usaha baru yang kini menjual bahan makanan dengan pilihan tanpa sampah.

Pemilik toko Claire Quintal juga mengatakan pihaknya mendukung upaya Pemerintah kota dalam pengelolaan limbah berkelanjutan. “Saya kira saat sistemnya sudah jalan, semuanya akan jadi bagus,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *