Corona 2020: Kinerja BTN Tetap Lancar, Dampak Minimal

  • Whatsapp
Corona 2020: Kinerja BTN Tetap Lancar, Dampak Minimal

Garisatu.com – Meski wabah corona COVID-19 telah menghancurkan perekonomian global di sejumlah sektor, termasuk perbankan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengungkapkan bahwa kinerja perseroan TWl kian lancar dan tidak tertinggal.

Stock Exchange World Economy Boom - Free image on Pixabay

Bacaan Lainnya

BTN percaya masih ada sejumlah industri yang bisa tetap bertahan.

“Pada industri yang masih berpeluang untuk bertahan dan tumbuh tersebut, BTN akan ikut andil menyokong pertumbuhannya agar laju ekonomi tetap berjalan,” ungkap Direktur Utama BTN Pahala N Mansury di Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Dorongan aktivitas ekonomi masyarakat dari perbankan sangat diperlukan agar dapat bertahan di masa wabah COVID-19.

Di sisi lain, pertumbuhan kredit BTN masih bertumbuh sekitar 4,59% atau telah menyalurkan kredit sampai dengan TW 1 tahun 2020 sekitar Rp253,25 triliun.

Rasio-rasio keuangan perseroan juga masih terjaga baik. Dengan rasio cadangan terhadap NPL meningkat dan sekarang sudah di atas 100%, pengaruh volatilitas ekonomi ke laba dan juga permodalan dapat mengurang.

Maka itu, menurut Pahala, layanan jasa keuangan perbankan perlu diimprovisasi agar tetap bisa melayani masyarakat dalam mengakses jasa keuangan dari perbankan.

“Agar hal tersebut dapat optimal dilakukan perbankan, maka bank harus sehat dan berkinerja baik. Alhamdulillah sampai dengan saat ini bisnis BTN masih berjalan baik,” ucap dia.

Selain itu, kinerja perseroan secara keseluruhan akan diumumkan perseroan pada Minggu kedua di bulan Mei 2020.

BTN Siap Tembus Ancaman Gejolak Ekonomi 2016 | Infobanknews

Menurut Pahala, berkat BTN yang senantiasa menjaga kualitas kredit dan penguatan cadangan perseroan terutama pada masa wabah COVID-19, kinerja perseroan terjaga baik.

Dengan likuiditas yang mencukupi, Bank BTN masih kokoh menjalankan fungsi intermediasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mencatatkan pertumbuhan kredit yang baik pada kuartal I/2020.

Likuiditas yang cukup dan terjaga adalah poin yang penting untuk perbankan agar dapat menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor ekonomi dengan lancar untuk produktifitas yang baik.

Pahala menerangkan, rasio LCR (Liquidity Coverage Ratio) bank yang dipimpinnya masih dapat dijaga pada tingkat 137,9% jauh di atas ambang yang ditetapkan regulator yaitu 100% hingga Maret 2020.

“Sesuai ketentuan regulasi, kami sudah menyiapkan cadangan terutama untuk mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 yang tidak tahu akan berakhir sampai kapan dan saat ini coverage ratio terjaga di atas 100%,” tambah Pahala.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *