Mahasiswi Yogyakarta Tewas Membusuk Di Dalam Kos

  • Whatsapp
Mahasiswi Yogyakarta Tewas Membusuk Di Dalam Kos
Mahasiswi Yogyakarta Tewas Membusuk Di Dalam Kos

Garisatu.com – Seorang mahasiswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara ditemukan tewas di kamar kosnya. Wanita bernama Ekin Suranta, 23 tahun ini merupakan mahasiswi PGSD di Yogyakarta. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Ekin baru dua bulan menempati kosnya tersebut. Dan diduga tewas akibat penyakit yang dialaminya. 

Mahasiswi Yogyakarta Tewas Membusuk Di Dalam Kos

Awalnya, teman teman Ekin sempat menghubungi dirinya namun tidak mendapatkan jawaban. Korban juga tidak lagi terlihat keluar dari kosnya. Kemudian teman teman korban berinisiatif untuk mengunjungi Ekin di kosannya di Jalan Babaran, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta sekitar pukul 22.00 WIB. Namun sesampainya di halaman kos, mereka mencium bau menyengat seperti bangkai. 

Bacaan Lainnya

Mahasiswi Yogyakarta Tewas Membusuk Di Dalam Kos

Mahasiswi Yogyakarta Tewas Membusuk Di Dalam Kos

Teman-teman Ekin kemudian masuk ke kos namun pintu kamar dalam keadaan terkunci dan tidak ada balasan saat pintu diketuk berulang kali. Pada mengintip melalui jendela kamar Ekin dari luar menggunakan penerang lampu handphone, mereka mendapati sumber bau busuk ada di kamar sekaligus menemukan Ekin sudah tidak bernafas.

Kasus itu kemudian dilaporkan kepada penjaga gerbang kos kemudian dilanjutkan dengan menghubungi Polsek Umbulharjo Yogyakarta. Pihak kepolisian mendatangi lokasi kejadian pada Senin, 26 Oktober 2020 dini hari. 

Mahasiswi Yogyakarta Tewas Membusuk Di Dalam Kos

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polsek Umbulharjo Inspektur Satu (Iptu) Nuri Aryanto membenarkan kejadian tersebut.

“Iya betul ada mahasiswi yang ditemukan meninggal dunia di kamarnya. Kejadiannya pada Minggu, 25 Oktober 2020 pukul 22.00 WIB,” kata Iptu Nuri saat dikonfirmasi wartawan, Rabu, 28 Oktober 2020.

Mahasiswi Yogyakarta Tewas Membusuk Di Dalam Kos

“Selajutnya korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi,” ujar Nuri.

Nuri juga menjelaskan, sesuai dengan keterangan dokter, korban meninggal karena sakit.  “Kami juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” ucapnya. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *