Limbah Medis Bekas Penanganan Covid-19 Dibuang Sembarangan

  • Whatsapp
Limbah Medis Bekas Penanganan Covid-19 Dibuang Sembarangan
Limbah Medis Bekas Penanganan Covid-19 Dibuang Sembarangan

Garisatu.com – Limbah medis berupa APD, suntikan, alat uji swab dan rapid test itu ditaruh dalam karung berwarna kuning dan dibuang di pinggiran Jalan Raya Sukatani, Desa Sukaindah, Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ada dua karung limbah medis yang saat itu ditemukan oleh warga sekitar. Diduga limbah medis bekas penanganan Covid-19 ini dibuang sembarangan oleh orang tidak dikenal, dan sontak membuat warga resah. 

Limbah Medis Bekas Penanganan Covid-19 Dibuang Sembarangan

Aksi pembuangan limbah medis di lokasi tersebut sudah sering dilakukan. Bahkan sempat beberapa kali menggunakan kendaraan medis. Namun, karena tak pernah kedapatan oleh warga, pelaku kembali mengulangi tindakannya di lokasi yang sama.

Bacaan Lainnya

Limbah Medis Bekas Penanganan Covid-19 Dibuang Sembarangan

Limbah Medis Bekas Penanganan Covid-19 Dibuang Sembarangan

Kini, polisi tengah menyelidiki kasus ini. Barang bukti berupa limbah medis yang dibuang juga telah diamankan. 

“Iya sudah (diselidiki),” kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan saat dihubungi, Senin (2/11/2020).

Limbah Medis Bekas Penanganan Covid-19 Dibuang Sembarangan

Hingga saat ini masih belum diketahui pelaku yang membuang limbah medis secara sembarangan itu. Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi juga telah berkoordinasi dalam menangani masalah ini.

“Dinkes sudah turun dengan LH, Polres, dan pihak perusahaan sudah diinformasikan. Sementara seperti ini,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Erni.

Limbah Medis Bekas Penanganan Covid-19 Dibuang Sembarangan

Sementara Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan polisi masih mendalami sang pemilik limbah medis bekas penanganan Covid-19 yang meresahkan warga sekitar itu.

“Lagi didalami pihak Polri,” ucap Alamsyah.

Terkait sanksi, Alamsyah mengaku kewenangan ada di Dinas Lingkungan Hidup yang mengatur soal pengelolaan limbah berbahaya. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *