Likuiditas BTN 2020 Sangat Aman, Tidak Perlu Panik!

  • Whatsapp
Likuiditas BTN 2020 Sangat Aman, Tidak Perlu Panik

Garisatu.com – Sedang viral hoaks mengenai kondisi sejumlah perbankan di Indonesia yang mengalami masalah likuiditas.

Tidak hanya itu, juga terdapat provokasi berupa ajakan masal di media sosial untuk menarik seluruh dananya dari beberapa bank.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak hanya diam menghadapi informasi palsu nan provokatif tersebut.

Efek yang terjadi jika para nasabah termakan berita palsu tersebut dan mengikuti ajakannya, bank yang seharusnya aman menjadi anjlok akibat penarikan dana besar-besaran (rush money).

Pihak OJK lalu melaporkan hoaks tersebut kepada aparat kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Tidak lama kemudian provokator dari media sosial Twitter tersebut dikabarkan berhasil tertangkap.

“Sesuai Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), para penyebar hoax diancam hukuman penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar,” jelas Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo.

OJK mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan hoaks atau membuat status yang berunsur provokatif di masa pandemi dimana ekonomi sedang anjlok.

Untuk mengetahui tentang informasi keuangan yang valid dan benar, OJK mempersilahkan masyarakat untuk langsung menghubunginya.

Direktur Finance, Planning, & Treasury BTN Nixon LP Napitupulu meminta aparat kepolisian menyelidiki aktor intelektual penyebar hoax rush dana perbankan tersebut. Hal ini karena ekonomi nasional dapat terganggu besar.

“Para penyebar hoaks ini sudah seperti teroris karena mengganggu stabilitas ekonomi negara. Kalau sampai nasabah melakukan penarikan dana besar-besaran di perbankan, maka akan membuat bank sehat jadi sakit. Jadi aktor intelektualnya harus ditangkap,” jelas dia dalam keterangan resmi, Kamis (2/6).

Di sisi lain, Nixon membantah rumor mengenai BTN kalah kliring.

Ia berkata, BTN tidak pernah kalah kliring karena penempatan dana perseroan di Bank Indonesia (BI) sangat melimpah lebih dari dua kali lipat dari ketentuan.

“Alat likuiditas BTN sangat besar jadi tidak ada isu kalau kita kalah kliring,” jelas dia.

Ungkap Nixon, alat Likuiditas BTN yang terdiri dari kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) dan Giro Wajib Minimum (GWM) sangat besar.

Untuk alat likuiditas dana pihak ketiga (DPK) BTN lebih tinggi dari ketentuan yang berlaku, lalu untuk di SBN ada penempatan sekitar Rp25 triliun

“Bahkan ada dana masuk dalam bentuk USD dan rupiah mencapai sekitar Rp15 triliun baru-baru ini,” kata dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *