Larangan Mudik dan Balik Diperpanjang Sampai 7 Juni!

  • Whatsapp
Larangan Mudik dan Balik Diperpanjang Sampai 7 Juni!

Garisatu.com – Larangan mudik dan balik diperpanjang sampai 7 Juni. Keputusan tersebut diambil oleh Kementerian Perhubungan demi tetap menekan penyebaran wabah COVID-19.

Pernyataan tersebut tertulis di Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020 mengenai pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri 1441 H.

Bacaan Lainnya

“Dengan demikian larangan mudik dan arus balik yang tadinya berlaku hingga 31 Mei 2020, diperpanjang hingga 7 Juni 2020. Kemenhub akan memastikan pengawasan pengendalian transportasi di lapangan bahwa hanya orang yang memenuhi kriteria dan syarat sesuai SE Gugus Tugas yang masih boleh bepergian,” jelas juru bicara Kemenhub Adita Irawati di Jakarta, Sabtu (30/5).

Perpanjangan larangan tertulis dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 116 Tahun 2020 tentang Perpanjangan Masa Berlaku Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Larangan mudik dan balik,  Permenhub 25/2020, sebelumnya berlaku hanya sampai 31 Mei 2020, tetapi dapat diperpanjang jika perlu.

“Terbitnya Keputusan Menhub ini untuk menindaklanjuti terbitnya Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 5 Tahun 2020 pada 25 Mei 2020 yang memperpanjang masa berlaku Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19 hingga 7 Juni 2020,” kata Adita.

Kemenhub meminta para Dirjen, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Gubernur, Bupati/Wali Kota, Gugus Tugas pusat serta daerah, dan para operator transportasi untuk melakukan sosialisasi serta pengawasan terhadap penerapan larangan tersebut.

“Dalam setiap mengeluarkan aturan dan kebijakan, Kemenhub selalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan stakeholder terkait lainnya, sehingga kebijakan yang dikeluarkan dapat selaras dan saling mendukung dalam rangka mempercepat penanganan COVID-19,” terang Adita.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *