Larang BDSM, Seksolog: RUU Lewat Batas Privasi

  • Whatsapp
Larang BDSM, Seksolog: RUU Lewat Batas Privasi

Garisatu.com – RUU larang BDSM, apa tidak salah?

Draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga dianggap menyimpan cukup jumlah pasal problematik. Tidak hanya memiliki kurang dasar argumen, beberapa poin dalam RUU yang masuk Prolegnas 2020 ini pun dianggap kelewatan dan terlalu mencampur tangan masalah privasi warga.

Bagaimana bisa pasal negara mengatur masalah soal aktivitas seks sampai dengan bagaimana seharusnya sebuah keluarga dijalankan.

Bacaan Lainnya

Zoya Amirin, seorang seksolog, mengatakan daripada mempermasalahkan orientasi atau aktivitas seksual para warga, akan jauh lebih berguna jika negara memfokuskan masalah penanganan kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). Tidak hanya itu, kasus kekerasan seksual pun belum usai menjadi masalah besar untuk negara.

“Buat saya, agak lebay. Kalau pemerintah takut, terjadi kekerasan pada rakyatnya, kenapa nggak bikin rancangan undang-undang penghapusan kekerasan seksual itu. Jangan jadi rancangan lagi, tapi jadi undang-undang saja,” ungkap opini Zoya kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi melalui telefon.

“Kenapa enggak (menerapkan) undang-undang (Penghapusan) KDRT, kenapa enggak lindungi kami (wanita) dari begal payudara, dari begal yang suka main grepe (raba) pantat sembarangan, sexual harassment,” lanjut Zoya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *