BLT COVID-19: Inilah Kriteria Pekerja yang Berhak Mendapatkannya

  • Whatsapp
BLT COVID-19 Inilah Kriteria Pekerja yang Berhak Mendapatkannya

Garisatu.com – Sebagai bantuan dana di tengah pandemi COVID-19 yang merusak ekonomi ini, pemerintah akan memberikan stimulus berbentuk bantuan langsung tunai (BLT) ke pekerja bergaji di bawah Rp5 juta.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merinci kriteria pekerja berhak mendapat BLT tersebut dan besarannya.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan bahwa BLT akan diberikan ke pekerja non PNS serta BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Ada sebanyak 13,8 juta pekerja yang masuk dalam kriteria tersebut dan akan mendapat BLT COVID-19. 

“Sebanyak 13,8 juta pekerja non PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp150.000 per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan,” jelas Erick dalam pernyataan yang dikutip Kamis (6/8).

Kemudian Erick mengatakan BLT akan diberikan sebesar Rp600 ribu per bulan.

Agar menghindari penyalahgunaan, BLT COVID-19 ini akan diberikan selama 4 bulan  dan akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing pekerja.  

Erick merasa program ini sedang finalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan pada September 2020 mendatang.

Di sisi lain, Kementerian Keuangan memastikan bantuan juga akan diberikan ke pekerja bergaji di bawah Rp5 juta yang tak terdaftar menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan.

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengungkap skema terkait penyaluran BLT kepada pekerja golongan itu masih dibahas oleh Satuan Tugas (satgas) Penanganan Virus Corona dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Iya masih ada ruang untuk meng-capture pekerja yang di luar administrasi BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Yustinus kepada CNNIndonesia.com, Kamis (6/8).

Namun Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu memaparkan bahwa ada beberapa opsi penyaluran BLT yang masih dikaji pemerintah.

Opsi pertama, BLT langsung dicairkan sekali dengan besaran Rp2,4 juta per pekerja. 

Sedangkan yang kedua, BLT dicairkan sebulan sekali dengan besaran Rp600 ribu per bulan per pekerja. 

“Kurang lebih seperti yang sudah di dengar bahwa besarannya itu kalau untuk yang tenaga kerja, yang akan bergerak sekitar Rp2,4 juta per orang. Apakah nanti dibayarnya sekali atau berapa kali pembayaran itu sedang kita finalisasi,” ungkap dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *