Kondisi Terkini BTN Setelah Masalah Pengawasan Di Audit BPK 2020

  • Whatsapp
Kondisi Terkini BTN Setelah Masalah Pengawasan Di Audit BPK 2020


Garisatu.com
– PT Bank Tabungan Negara Tbk menyatakan bahwa kondisi likuiditas dan permodalan persero tetap stabil.

Persero sempat termasuk dalam 7 bank yang memiliki masalah pengawasan di audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) semester ll 2019.

Dengan begitu Manajemen persero pastikan bahwa tata kelola perusahaan telah diperbaiki, dan kini hasilnya Bank BTN dihargai atas tata kelola yang bagus.

Tidak hanya itu, kondisi likuiditas serta permodalan juga dipastikan sangat aman. 

Sampai saat ini posisi likuiditas BTN tercatat sebesar Rp 35 triliun.

Sempat turun di Mei, BTN optimistis laba Juni 2018 bisa naik

Direktur Finance, Planning, & Treasury BTN Nixon LP Napitupulu jelaskan, perseroan menyadangkan likuiditas lebih 30 persen dibandingkan biasanya di masa pandemi COVID-19.

“Likuiditas BTN sangat aman, begitu juga fundamental sangat kuat. Apalagi dari sisi permodalan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu,” kata Nixon, Kamis (11/6).

Lanjut Nixon, untuk saat ini perseroan lebih selektif melakukan ekspansi kredit karena tidak ada pertumbuhan selain penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) Subsidi yang permintaannya termasuk besar.  

Hadapi Covid-19, BTN Tambah Likuiditas Hingga 30% - BeritaSatu.com

“Pada Mei saja ada akad sekitar Rp 800 miliar untuk KPR Subsidi,” kata dia.

Nixon tambahkan, dari segi permodalan pun masih cukup kuat. Saat ini berada pada level 18 persen-19 persen, lebih tinggi dari posisi yang sama dibandingkan tahun lalu yang berada di sekitar 16 persen-17 persen.

“Customer base kita cukup bagus dan well informed, sehingga jika ada informasi di publik mereka selalu bertanya dulu kepada BTN,” papar dia.

Baca juga: Wow! BTN Masuk Top 3 ASEAN CGS, ‘Cocok Menjadi Pilihan Investor Global’

Pahala Mansury ke Garuda, BMRI Pastikan Siap Regenerasi ...

Selain itu, Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury juga mengatakan, perseroan telah mendapatkan apresiasi dan pengakuan dari Forum Asean Corporate Governance sebagai Top 3 ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).

“BTN masuk dalam 10 Perusahaan tercatat dalam kategori ASEAN Asset Class (aset berkelas) 2019 yang memiliki tata kelola perusahaan yang baik dan layak dilirik kalangan investor global,” ungkap dia.

Baca juga: Pahala N Mansury Beri Trik Atur Keuangan Efektif!

Seterusnya perseroan akan kian menyempurnakan tata kelola perusahaan dan mengimplementasikan prinsip pedoman tata kelola perusahaan sesuai aturan dari OJK serta prinsip ACGS.

“Perseroan mengoptimalkan Integrated Governance Risk Compliance (iGRC) di setiap unit kerja yang mencakup komponen GCG, Risk Management, Compliance, Budaya Perusahaan, Etika Bisnis (Code of Conduct) dan Anti Fraud sehingga dapat beroperasi secara efektif dan efisien yang pada akhirnya meningkatkan kinerja berkualitas unggul,” jelas Pahala. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *