Kasus Nasabah Bank Kehilangan 400Juta, Ternyata Hutang Pribadi

  • Whatsapp
Kasus Nasabah Bank Kehilangan 400Juta, Ternyata Hutang Pribadi
Kasus Nasabah Bank Kehilangan 400Juta, Ternyata Hutang Pribadi

Garisatu.com – Seorang Nasabah BRI (Bank Rakyat Indonesia) yang berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sigit Prasetya (32), mengaku telah menjadi korban penipuan oleh pegawai bank. Nasabah Sigit mengklaim bahwa dirinya telah kehilangan uang Rp 400 juta setelah menabung di Bank BRI Unit Toddopuli, Makassar.
Menurutnya, uang yang ia setor ke teller bank tersebut telah berpindah ke rekening lain hanya dalam waktu 49 detik setelah penyetoran dilakukan.

Kasus Nasabah Bank Kehilangan 400Juta, Ternyata Hutang Pribadi

Dilansir dari Tribun Timur, Rabu (17/3/2021), nasabah Sigit menceritakan bahwa ia mengikuti salah satu program Bank BRI yang ditawarkan oleh Zul Ilman Amir (Ilman), mantan karyawan BRI.

Bacaan Lainnya

Ia kemudian menerima ajakan Ilman untuk menginvestasikan uang tersebut untuk mengikuti program simpedes hadiah langsung oleh Bank BRI. Uang yang ditarik dari BRI tersebut diserahkan secara personal dari Sigit Prasetya kepada Zul Ilman Amir.

Hal ini dilakukan atas dasar faktor kedekatan personal yang merupakan teman sejak kecil. Berdasarkan pengakuan dari Ilman, dana tersebut diserahkan oleh Sigit kepada Ilman untuk diinvestasikan ke tempat lain dengan harapan mendapatkan keuntungan.

BRI Optimis Bisa Naikan Transaksi Remitansi Hingga 7,7 Juta Kali

“Kebetulan saat itu saya punya uang yang memang saya tidak gunakan. Saya juga ikut itu karena saya pikir yang saya juga aman. Ya sudah, saya ikut prosedurnya dan slip itu keluar dan saya setor (administrasi) tahun 2018 itu,” kata Sigit.

Ketika program yang diikutinya itu berjalan, nasabah Sigit mengaku dirinya mendapatkan hadiah televisi. Namun, tepat setahun setelah program itu berjalan pada 2019, ia mengaku hendak mencairkan dana yang telah didepositnya itu.

Kemudian setelah mencetak rekening koran atau bukti transaksi di rekeningnya, ia mengaku uang Rp 400 juta itu diraib pada tanggal yang sama, 49 detik setelah waktu penyetoran.

Kasus Nasabah Bank Kehilangan 400Juta, Ternyata Hutang Pribadi

Sigit mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Sulawesi Selatan pada 12 Februari 2020 lalu. Dalam laporan tersebut, tercantum Ilman sebagai terduga pelaku penipuan.

Dana yang diterima oleh Ilman selanjutnya dijadikan sebagai piutang kepada Andi Alvin Aulia Nurdin dengan harapan akan mendapatkan keuntungan investasi (Andi merupakan teman dari Ilman dan juga Sigit) yang dibuktikan dengan Surat Perjanjian yang diterbitkan oleh notaris Agrianti Widya Lestari, SH, M.Kn pada 19 April 2019.

Karena kasus hutang-piutang yang bersifat pribadi ini tidak kunjung selesai, Sigit Prasetya menempuh jalur hukum dengan melaporkan Ilman kepada pihak kepolisian melalui POLDA Sulawesi Selatan dengan Nomor Pelaporan LPB/57/II/2020/SPKT POLDA SULSEL Tanggal 21 Februari 2020.

Kasus Nasabah Bank Kehilangan 400Juta, Ternyata Hutang Pribadi

Kasus Nasabah Bank Kehilangan 400Juta, Ternyata Hutang Pribadi

BRI memberi klarifikasi.

Ditemui secara terpisah, Pemimpin BRI Kantor Wilayah Makassar, Mohamad Fikri Satriawan mengatakan terduga pelaku penipuan itu sudah bukan lagi bagian dari karyawan BRI semenjak mengajukan pengunduran diri pada April 2019. Ia merupakan mantan karyawan yang sudah tidak terafiliasi dengan BR

Ia juga menambahkan, kasus tersebut sudah diproses melalui saluran hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kasus Nasabah Bank Kehilangan 400Juta, Ternyata Hutang Pribadi

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto juga ikut menanggapi kasus tersebut.
Ia memberi konfirmasi bahwa kejadian tersebut terjadi pada tanggal 29 Agustus 2018, di mana Sigit sebagai

Pelapor mendatangi Kantor BRI Unit Toddopuli. 
Ia menyatakan bahwa nasabah menarik sendiri uang Rp 400 juta yang telah disetornya.

“Pada pukul 14:04:40, yang bersangkutan menyetorkan uang senilai Rp 400 juta, dan pukul 14:05:29 yang bersangkutan melakukan penarikan uang dengan jumlah yang sama. Penarikan dilakukan karena yang bersangkutan melakukan pembatalan transaksi penyetoran tersebut di BRI,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa bukti transaksi penarikan tersebut lengkap dan ditandatangani oleh yang bersangkutan, sehingga transaksi penarikan tersebut termasuk sah dan valid.

Menurutnya, jika nasabah tersebut menginvestasikan dananya secara pribadi kepada terduga pelaku penipuan, hal itu berada di luar kewenangan BRI. Sehingga, BRI tidak memiliki kewajiban untuk melakukan ganti rugi.

“Apabila setelahnya yang secara pribadi menitipkan uang tersebut kepada Ilman karena faktor kedekatan dan dengan harapan akan mendapatkan keuntungan, maka hal tersebut di luar kewenangan dan tanggung jawab BRI,” tambah Aestika.

Terakkhir, Aestika mengatakan bahwa BRI mengimbau masyarakat untuk menyimpan atau menginvestasikan dananya di lembaga/institusi resmi yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Ia juga menambahkan, kasus tersebut sudah diproses melalui saluran hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *